Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunjungan Wisata Bantul Turun, Pantai Parangtritis Masih Jadi Magnet Utama

AA
Wisatawan menghabiskan libur akhir pekan di Pantai Parangtritis dengan bermain air. (Aris Romadhon/Radar Jogja)
Wisatawan menghabiskan libur akhir pekan di Pantai Parangtritis dengan bermain air. (Aris Romadhon/Radar Jogja)

Advertisement

 

RADAR JOGJA - Tren kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bantul dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan. Kondisi itu diakui Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul yang menyebut terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi naik-turunnya jumlah wisatawan. Mulai kondisi ekonomi hingga semakin banyaknya pilihan destinasi wisata di daerah sekitar.


Bidang Pemasaran Dinpar Bantul Markus Purnomo Adi, menyampaikan secara statistik jumlah kunjungan wisatawan memang menunjukkan tren penurunan. "Kondisi ekonomi secara nasional menjadi salah satu faktor yang turut berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat untuk berwisata,” ujarnya.
Selain faktor ekonomi, persaingan destinasi wisata di wilayah tetangga, terutama Kabupaten Gunungkidul, menjadi salah satu pertimbangan wisatawan dalam menentukan tujuan liburan.


Menurutnya, Gunungkidul memiliki bentang pantai sekitar 70 kilometer, sedangkan kawasan pantai Bantul hanya sekitar 13 kilometer. Perbedaan panjang kawasan itu membuat pengembangan destinasi di Bantul, khususnya kawasan pantai selatan (Pansela), memiliki tantangan tersendiri.


"Kalau mau dibanding-bandingkan memang agak susah. Panjang pantai di Gunungkidul itu sekitar 70 kilometer. Bantul itu hanya 13 kilometer,” jelasnya.
Meski demikian, kawasan Parangtritis masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisatawan di Bantul. Markus menyebut destinasi itu tetap menjadi pilihan utama wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten Bantul.

Advertisement


Data jumlah kunjungan ke area wisata di Bantul yang dihimpun Dinpar Bantul tahun 2026 menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif. Dalam delapan bulan pertama, jumlah pengunjung berturut-turut tercatat sebanyak 155.351 orang, 86.394 orang, 159.181 orang, 106.996 orang, 127.660 orang, 126.864 orang, 187.846 orang, dan 104.487 orang.


Dengan demikian, Juli menjadi bulan dengan jumlah kunjungan tertinggi, yakni mencapai 187.846 wisatawan. Angka itu naik dibandingkan Juni yang tercatat 126.864 pengunjung. Namun, memasuki Agustus, jumlah kunjungan kembali turun menjadi 104.487 orang dibandingkan bulan sebelumnya.


Markus mengatakan tingginya kunjungan pada Juli tidak terlepas dari momentum libur sekolah. Secara keseluruhan dari Januari hingga Agustus 2026 mencatat 1.054.779 kunjungan wisatawan. “Periode seperti libur sekolah masih mampu mendongkrak jumlah kunjungan secara signifikan,” ujar Markus.


Selain itu, pemerintah juga melakukan pendampingan terhadap para pelaku usaha jasa pariwisata. Pendampingan dilakukan untuk memastikan wisatawan mendapatkan informasi harga yang jelas dan menghindari praktik pematokan harga berlebihan, terutama ketika naiknya jumlah wisatawan.


Pendampingan tersebut, antara lain, menyasar paguyuban bendi, pedagang, fotografer, rumah makan, hingga hotel dan penginapan di kawasan Parangtritis. “Pengusaha harus mencantumkan harga dan memberikan info yang pasti terhadap nominal yang ditawarkan kepada wisatawan,” tambahnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Niat Jogging di Malioboro, Wisatawan Ikut Membatik

Niat Jogging di Malioboro, Wisatawan Ikut Membatik

Seribuan peserta mengikuti Simfoni 1001 Pembatik dengan membatik bersama di sepanjang Jalan Malioboro, kemarin (3/10) pagi. Kegiatan yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ bersama sejumlah pihak itu turut men

Ketat, Delapan Kelurahan di Kota Magelang Berebut Jadi Lima Kampung Wisata

Ketat, Delapan Kelurahan di Kota Magelang Berebut Jadi Lima Kampung Wisata

Ketat, Delapan Kelurahan di Kota Magelang Berebut Jadi Lima Kampung Wisata

Rasa Tetap Konsisten, Gudeg dan Jenang di Pasar Ngasem Konsisten Dicari Warga dan Wisatawan

Rasa Tetap Konsisten, Gudeg dan Jenang di Pasar Ngasem Konsisten Dicari Warga dan Wisatawan

Aroma gudeg, rempah jahe, kayu manis, dan santan bercampur sejak pagi di sudut Pasar Ngasem, Jogja. Di tengah menjamurnya kafe dan kuliner kekinian, makanan tradisional masih menjadi daya tarik tersendiri bagi warga ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer