Operasional SPPG Wonokerto Turi Dihentikan Imbas Kasus Keracunan Puluhan Siswa

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:24 WIB
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi - Delima Purnamasari/Radar Jogja 
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi - Delima Purnamasari/Radar Jogja 

SLEMAN - Puluhan siswa di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (7/9) lalu. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman Harsono Budi Waluyo buka suara atas peristiwa ini. 

Dia sebut KPPG Sleman telah menerima laporan indikasi gangguan pencernaan pada sejumlah penerima manfaat Program MBG dari SPPG Sleman Turi Wonokerto.

Berdasarkan pemantauan awal di lapangan, dia sebut tercatat 49 orang mengalami gejala berupa mual, pusing, dan muntah. Dari jumlah tersebut, 48 orang merupakan siswa dan satu orang guru.

Sebanyak 45 orang telah mendapatkan penanganan di Puskesmas, tiga orang menjalani rawat jalan di RSUD Sleman, dan satu orang masih menjalani rawat inap di RSUD Sleman. 

"Kondisi mayoritas penerima manfaat yang mengalami gejala dilaporkan telah membaik dan telah kembali ke rumah masing-masing," katanya lewat keterangan tertulis yang diterima, Selasa (8/9). 

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Wakil Ketua OSIS di Karo Kehilangan Ingatan

Dia sebut SPPG Turi Wonokerto pada hari tersebut menyalurkan MBG kepada 2.682 penerima manfaat. Menunya terdiri dari nasi putih, bola-bola sapi goreng, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning.

Menindaklanjuti laporan tersebut, KPPG Sleman bersama tim SPPG telah melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, Puskesmas, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Kepolisian, dan Koramil untuk melakukan pemantauan serta penanganan terhadap penerima manfaat.

Sebagai langkah kehati-hatian dan untuk memastikan keamanan penerima manfaat, dia sebut distribusi MBG pada kloter berikutnya dihentikan sementara setelah adanya laporan gejala gangguan pencernaan.

Puskesmas dan Dinas Kesehatan juga telah melakukan pengambilan sampel makanan. Baik sampel makanan yang telah disimpan maupun makanan dari proses produksi terakhir, serta mengambil sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan makanan di SPPG. 

"Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa sesuai prosedur untuk mengetahui penyebab kejadian," katanya. 

Dia menilai bahwa penyebab gangguan pencernaan tersebut belum dapat disimpulkan dan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Oleh karena itu, KPPG Sleman mengimbau seluruh pihak untuk tidak berspekulasi sampai hasil pemeriksaan laboratorium dan kajian dari instansi terkait diperoleh.

Sebagai tindak lanjut, KPPG Sleman mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses produksi dan distribusi.

Baca Juga: Astra Motor Yogyakarta x Space Roastery, Hadirkan Program "Buy Coffee, Get Vario 125 Street”

Termasuk memperketat penerapan standar operasional terkait higiene dan sanitasi, pengawasan proses pengolahan makanan, serta sistem pengendalian mutu dan keamanan pangan di SPPG. 

KPPG Sleman memastikan penanganan terhadap penerima manfaat menjadi prioritas utama serta akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait sampai proses pemeriksaan dan evaluasi selesai.

"Untuk saat ini operasional SPPG juga telah diberhentikan," tegasnya. (del)

Editor : Bahana.
sppg wonokerto ditutup keracunan mbg sleman Mbg Sleman SPPG