Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DP3 Kabupaten Sleman Kukuhkan Forikan untuk Tingkatkan Konsumsi Ikan, Siap Jadi Motor Gemarikan lewat Menu Terjangkau

Delima Purnamasari • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB
SIMBOLISl: Pengukuhan Forikan Kabupaten Sleman periode 2026-2030 di Aula UPTD Pengembangan Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Pemasaran Perikanan Kabupaten Sleman Selasa (14/7). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SIMBOLISl: Pengukuhan Forikan Kabupaten Sleman periode 2026-2030 di Aula UPTD Pengembangan Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Pemasaran Perikanan Kabupaten Sleman Selasa (14/7). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Kabupaten Sleman memiliki potensi yang besar dalam pengembangan sektor perikanan budi daya. Ikan nila, lele, dan gurami adalah contoh komoditas unggulan yang jadi penopang ekonomi para pembudidaya ikan. Namun, tingginya produksi belum sepenuhnya diikuti oleh konsumsi ikan di masyarakat. Untuk itu, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) terus digencarkan. 

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Liem Astuti menilai, potensi tersebut adalah kekuatan yang harus dioptimalkan untuk pemenuhan gizi masyarakat. Peningkatan angka konsumsi ikan berarti harus ada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, membangun kebiasaan baru, dan menyesuaikan selera yang ada. Untuk bisa mencapai target itu, dibentuklah Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Sleman. 

Baca Juga: Sebelum Putusan PHI Inkrah, PT MTG Tetap Wajib Bayar Upah Pekerja 

"Forikan jadi motor penggerak dalam Gemarikan secara berkelanjutan hingga tingkat kapanewon, kalurahan, bahkan keluarga," sebutnya dalam pengukuhan personel Forikan Kabupaten Sleman di Aula UPTD Pengembangan Budidaya, Pengolahan, dan Pemasaran Pemasaran Perikanan Kabupaten Sleman Selasa (14/7). 

Tim Forikan sendiri terdiri dari berbagai lembaga. Di antaranya, sekretariat daerah, dinas kesehatan, dinas pariwisata, dinas pendidikan, hingga badan pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan Jogjakarta. Liem berharap, Forikan bisa jadi wadah koordinasi yang menyatukan berbagai program dan memperkuat sinergi antarlembaga dalam meningkatkan angka konsumsi ikan. Termasuk menghadirkan inovasi terkait edukasi gizi berbasis ikan, pelatihan pengolahan hasil perikanan, maupun kampanye konsumsi ikan lewat media sosial. 

Baca Juga: IOA Global Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jateng, dari Investasi Hingga Pendidikan Vokasi

"Dengan demikian manfaat ekonomi dan kesehatan dapat saling berjalan beriringan," kata Liem.  

Ketua Forikan Kabupaten Sleman Periode 2026-2030 Parmilah menjelaskan, potensi perikanan Bumi Sembada yang besar harus dirasakan manfaatnya sampai pada meja makan setiap keluarga. Dia mengakui ini masih jadi tantangan karena realita di lapangan anak-anak lebih memilih makanan instan yang minim nutrisi. 

"Mengubah kebiasaan itu tidak mudah. Mengajak masyarakat untuk mencintai ikan berarti menghadirkan ikan sebagai menu yang diminati, terjangkau, dan disukai oleh anak-anak," katanya. 

Baca Juga: Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo Berpotensi pada Besaran Dana Bos yang Diterima, Begini Dampaknya! 

Parmilah menegaskan, hal tersebut adalah tugas besar Forikan. Dia ingin seluruh elemen pengurus bergerak dengan cara-cara yang kreatif, hangat, dan menyentuh hati masyarakat. Para ibu harus diedukasi dengan resep olahan ikan kekinian yang disukai anak. Kampanye Gemarikan di sekolah juga harus digencarkan dengan cara menyenangkan. Termasuk membantu pelaku usaha perikanan agar produknya bisa naik kelas. 

"Setiap satu ekor ikan yang dihidangkan di meja makan, berarti investasi untuk generasi masa depan Sleman yang cerdas, sehat, kuat, dan bebas stunting," tegasnya. 

 

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya yang hadir untuk melantik personel Forikan menjelaskan, tanggung jawab Forikan tidak mudah karena harus meningkatkan angka konsumsi ikan yang belum jadi kebiasaan. Dengan penduduk 1,2 juta, baru sekitar 37 persen yang mengonsumsi ikan di Kabupaten Sleman. Hal ini turut dipengaruhi kondisi geografis yang bukan wilayah maritim karena tidak memiliki laut. 

"Beda dengan wilayah yang memiliki pantai, sehari-hari makannya ikan. Sehingga perlu kolaborasi agar Gemarikan ini bisa berhasil," ujarnya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Sleman Forikan konsumsi ikan gemarikan