SLEMAN - Kebakaran lahan kembali terjadi pada Selasa (7/7) sekitar puku 17.45 di Samberembe, Candibinangun, Pakem, Sleman. Peristiwa ini disebabkan adanya pembakaran sampah oleh warga setempat yang merembet hingga tanah kas desa (TKD).
"Objek yang terbakar TKD Candibinangun luas sekitar seribu meter persegi," kata Kepala Satpol PP Sleman Indra Darmawan saat dikonfirmasi Rabu (8/7).
Dia sebut, informasi adanya kebakaran diperoleh melalui warga setempat lewat sambungan telepon pukul 18.14. Lalu api bisa dipadamkan pukul 19.33 dengan melibatkan unsur pemadam kebakaran Sleman, relawan pemadam kebakaran, dan masyarakat. Indra memastikan tidak ada korban jiwa atas kejadian ini. Sementara kerugian material masih belum dilaporkan.
Baca Juga: Budi Santosa Asrori Resmi Duduki Kursi Sekda Kota Jogja Berkat Modal Pengalaman Kelola Ribuan ASN
"Seorang warga membakar sampah di luar tanah TKD yang di pagar galvalum, tetapi api tetap menjalar masuk ke wilayah TKD sehingga mengakibatkan kebakaran," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menyampaikan, lahan tersebut adalah milik Jogja Eco Park. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, kebakaran diduga bermula saat seorang warga setempat berinisial D, 66, membakar tumpukan sampah di dalam parit.
Merasa api telah padam, dia meninggalkan lokasi untuk menunaikan salat Magrib. Namun, sekitar pukul 18.00 warga melihat kobaran api telah merambat hingga ke lahan kosong.
"Api berhasil dipadamkan sehingga tidak meluas ke area lainnya. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban maupun kerugian materi," ujar Argo.
Atas kejadian ini, dia mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun sisa ranting di area terbuka, terutama saat cuaca kering dan berangin. Termasuk agar memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat membahayakan lingkungan.
"Apabila mengetahui adanya kebakaran, segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran atau kepolisian agar dapat segera ditangani," tandasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita