Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merapi Masih Berpijar: 19 Kali Guguran Lava Sapa Lereng Barat Daya, Warga Diminta Waspada

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.
Merapi luncurkan Wedhus Gembel atau Awan panas guguran (APG) Minggu (8/2/2026) pukul 03.01 WIB. Tertekam dari CCTV Jurangjero.

Advertisement

 SLEMAN - Di balik ketenangan alam sekitar lereng Gunung Merapi, geliat perut sang gunung purba ini nyatanya belum mereda. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup dinamis sepanjang Senin (03/08/2026). Dalam periode pengamatan 24 jam penuh, guguran lava pijar teramati meluncur belasan kali mengarah ke hilir sungai di sektor barat daya.

Berdasarkan laporan resmi MAGMA-VAR yang disusun oleh pengamat gunung api Ngadiyo, tercatat setidaknya 19 kali guguran lava meluncur deras ke arah Kali Sat/Putih, Kali Krasak, dan Kali Boyong. Jarak jangkauan material vulkanik tersebut mencapai jarak maksimum hingga 2.000 meter.

Di atas puncak setinggi 2.968 mdpl tersebut, embusan asap kawah berwarna putih tipis melayang pelan hingga ketinggian 50 meter. Meski lanskap pegunungan sempat diselimuti kabut secara bergantian dan diterpa angin lemah ke arah barat, pasokan magma dari dalam perut bumi dilaporkan masih terus berlangsung tanpa henti.

Kondisi fisik Merapi yang masih "hangat" ini tecermin kuat dari rekaman seismogram. Sepanjang hari, instrumen pemantau merekam gempa guguran mendominasi dengan jumlah mencapai 133 kali, memiliki durasi antara 27 hingga 222 detik.

Tak hanya itu, gempa Fase Banyak (Hybrid) juga terdeteksi sebanyak 80 kali. Kehadiran gempa jenis ini menjadi indikator kuat bahwa tekanan serta pergerakan magma menuju permukaan masih cukup intensif. Selain itu, BPPTKG turut mencatat 10 kali gempa Vulkanik Dangkal serta satu kali gempa Tektonik Jauh.

Advertisement

Atas rentetan data visual maupun kegempaan ini, status Gunung Merapi yang membentang di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten tersebut dipastikan masih bertahan pada Level III (Siaga).

Menanggapi suplai magma yang masih aktif dan berpotensi memicu Awan Panas Guguran (APG), otoritas terkait mengimbau masyarakat sekitar serta para wisatawan untuk tetap disiplin menaati rekomendasi batas aman. Wilayah berpotensi bahaya terbagi ke dalam beberapa sektor utama yang perlu dihindari dari segala bentuk aktivitas warga.

Pada sektor selatan hingga barat daya, ancaman guguran lava dan awan panas membayangi aliran Sungai Boyong hingga jarak maksimum 5 kilometer, serta kawasan Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 7 kilometer. Sementara itu pada sektor tenggara, potensi bahaya mengintai alur Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga radius 5 kilometer dari puncak. Jika nantinya terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau area hingga radius 3 kilometer.

Mengingat kondisi cuaca di kawasan lereng cukup dinamis dan kerap diguyur hujan, masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran sungai juga diminta mewaspadai ancaman banjir lahar dingin maupun awan panas guguran. Kesiapsiagaan mandiri dalam mengantisipasi paparan abu vulkanik juga sangat diperlukan demi menjaga kesehatan pernapasan warga di wilayah terdampak.

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG Yogyakarta
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Purworejo Ajak Selurum Elemen untuk Mitigasi Ancaman Karhutla

Pemkab Purworejo Ajak Selurum Elemen untuk Mitigasi Ancaman Karhutla

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo mengajak seluruh komponen bersama melakukan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BPBD Gunungkidul Siapkan Berbagai Sumber Pendanaan Antisipasi Kekeringan Perkuat Mitigasi Kebencanaan

BPBD Gunungkidul Siapkan Berbagai Sumber Pendanaan Antisipasi Kekeringan Perkuat Mitigasi Kebencanaan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul memastikan penanganan potensi bencana kekeringan tidak hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).  Pemerintah menyiapkan dukungan...

Revitalisasi 190 Candi Perwara Prambanan Dinilai Berpotensi Ganggu Wisata, Dispar DIY Siapkan Mitigasi

Revitalisasi 190 Candi Perwara Prambanan Dinilai Berpotensi Ganggu Wisata, Dispar DIY Siapkan Mitigasi

Rencana revitalisasi lebih dari 190 candi perwara di Kompleks Candi Prambanan melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India diperkirakan akan memunculkan penyesuaian pola kunjungan wisata. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer