Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penuhi Undangan Pamitan Haji Suami Istri di Mlati Sleman, Puluhan Orang Jadi Korban Keracunan usai Mangonsumsi Makanan dari Katering

Delima Purnamasari • Senin, 4 Mei 2026 | 22:15 WIB
GEJALA SERUPA: Sebagian korban keracunan usai mengonsumsi nasi boks dari acara pengajian pamitan haji warga Getas Toragan, Tlogoadi, dipapah dari ambulans oleh petugas BPBD Sleman, kemarin (4/5). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
GEJALA SERUPA: Sebagian korban keracunan usai mengonsumsi nasi boks dari acara pengajian pamitan haji warga Getas Toragan, Tlogoadi, dipapah dari ambulans oleh petugas BPBD Sleman, kemarin (4/5). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Puluhan orang di Getas Toragan, Tlogoadi, Mlati, menjadi korban keracunan massal pada Senin (4/5). Mereka mengalami gejala serupa seperti pusing, diare berkali-kali, perut panas, muntah, hingga badan merasa panas dingin.

Peristiwa ini terjadi usai mereka mengonsumsi makanan dari acara pamitan haji Supardal beserta istrinya yang merupakan warga setempat. Acara diselenggarakan pada Minggu (3/5) lalu sekitar pukul 08.00 di sebuah gedung dakwah di Mlati.

Untuk sementara dibuka posko kesehatan darurat pada pagi pukul 08.00 di rumah Dukuh Toragan. Sejumlah warga berdatangan untuk memeriksakan diri dan mendapatkan obat dari petugas kesehatan.

Baca Juga: Soroti Insiden Keracunan Berulang, Satgas MBG Tindak Pelanggar, Total 15 SPPG di DIY Ditutup Sementara

Berdasarkan data terakhir dari petugas posko, ada 41 orang terdampak. Sebanyak 30 orang datang ke posko, dan 11 orang lainnya melakukan pemeriksaan mandiri, tiga ke puskesmas dan delapan ke RSA UGM.

Putra Supardal, Nayuku Bramantyo menjelaskan, keluarganya memesan makanan 250 porsi dan dapat bonus enam kotak dari sebuah katering di Jogjakarta. Menunya berupa ayam panggang kecap, krecek dan rempela hati, lalapan, serta pisang dengan harga satu boks Rp 30 ribu.

Dia mengaku baru kali pertama memesan di tempat ini.  "Kami juga korban dan menyesal pesan di situ. Dari waktu saja tidak on time, kami minta jam setengah enam baru datang setengah tujuh. Bentuk kardusnya juga peyot," kata pria yang akrab disapa Yoko ini saat ditemui di posko kesehatan darurat, Senin (4/5).

Dia mengaku, memang ada keanehan rasa pesanan makanan khususnya pada krecek yang terasa kecut. Hanya saja tidak ada bau yang menyengat. Dia sendiri dua kali mengonsumsi nasi kotak ini dan baru merasakan gejala diare dan badan panas pada pukul 23.00. Begitu juga dengan adik dan ayahnya. Orangtuanya sendiri masuk kloter 26 dan rencana akan berangkat haji pada Rabu (20/5).

Dari acara pamitan haji ini, Yoko bercerita jika ada sekitar 130 orang yang hadir. Terdiri dari tetangga, ustaz, dan keluarga. Sementara makanan lainnya turut dibagikan pada warga sekitar maupun kerabat. "Kami belum komunikasi dengan katering karena katanya yang komunikasi dari puskesmas dan kepolisian," ujarnya.

Atas kejadian ini dia meminta pihak katering untuk bertanggungjawab karena sudah banyak yang jadi korban. Dia juga akan menuntut denda atas kerugian kesehatan yang terjadi.

Baca Juga: Tanggapi Dugaan Keracunan MBG di Jetis, Bantul, Koordinator Regional DIY Tegaskan SPPG Wajib Tegakkan SOP dengan Konsisten

Yoko menegaskan, keluarganya adalah orang baik dan tidak pernah melakukan keburukan.  "Kami minta penjara 10 tahun dan denda atas kerugian ini. Kami juga korban, bukan pelaku," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, undangan termasuk menyasar keluarga dari Semarang. Anak-anak yang bermain bola di lapangan tak jauh dari lokasi sejumlah 20 orang juga turut dibagikan nasi kotak ini.

Yuli menyebut, sudah diambil sampel untuk diperiksa di Laboratorium Balai Labkesmas Jogjakarta. Terdiri atas sampel ayam panggang, sambel goreng krecek, serta feses dari salah satu korban terdampak.  "Untuk sementara seluruh warga terdampak menjalani rawat jalan. Tidak ada yang rawat inap," katanya. (del/laz) 

Editor : Herpri Kartun
#pamitan haji #keracunan massal #nasi kotak #katering