Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Hari Buruh dan Songsong Hardiknas, Ratusan Mahasiswa Pilih Demo di Pertigaan UIN: Soroti Persoalan Kesejahteraan Buruh

Delima Purnamasari • Jumat, 1 Mei 2026 | 19:46 WIB
Aksi demonstrasi mahasiswa di pertigaan UIN Jumat (1/5/2026). Delima Purnamasari/Radar Jogja
Aksi demonstrasi mahasiswa di pertigaan UIN Jumat (1/5/2026). Delima Purnamasari/Radar Jogja
 
SLEMAN - Aksi demonstrasi digelar di sejumlah titik di DIY pada Jumat (1/5/2026), termasuk di pertigaan UIN Sunan Kalijaga. Ratusan mahasiswa ini turut memperingati Hari Buruh sekaligus menyongsong Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh esok hari pada Sabtu (2/5/2026). 
 
Pantauan Radar Jogja massa aksi datang sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka turut membawa berbagai tulisan-tulisan protes, seperti "Pendidikan untuk Kesejahteraan", "Hidup Buruh",  hingga "Wujudkan Pendidikan Gratis". Selama aksi berlangsung perwakilan demonstran saling bergantian berorasi, meneriakan slogan, hingga menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
 
Sementara arus jalan arus utama Jalan Laksda Adisucipto dari arah timur maupun barat diperlukan rekayasa lalu lintas. 
 
Baca Juga: Rentetan Aksi Unjuk Rasa Peringatan Hari Buruh di DIY, Tuntut Upah Layak hingga Beragam Isu Nasional
 
Koordinator Umum Aksi, Muhammad Faisal menjelaskan, isu utama yang mereka bawa adalah belum tuntasnya persoalan kesejahteraan buruh. Dia menilai sejumlah buruh gajinya tertunda, tetapi perusahaan bisa lepas dari tanggung jawab hukum.
 
Belum lagi soal perusahaan yang tidak menanggung biaya BPJS. Sementara soal pendidikan dia menuntut adanya pendidikan gratis. Termasuk peningkatan gaji guru dan perbaikan infrastruktur pendidikan. 
 
"Korupsi yang ada justru bisa dialokasikan untuk pendidikan. Baik itu infrastruktur maupun pengembangan kurikulumnya," terang Faisal saat ditemui di sela-sela aksi. 
 
Dia bercerita aksi ini diikuti sekitar 500 mahasiswa. Mereka berasal dari berbagai elemen organisasi eksternal kampus, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis), hingga berbagai elemen gabungan forum BEM se-DIY. 
 
Baca Juga: Jumlah Pegawai WFH di Pemkot Jogja Terus Menurun, BKPSDM: Optimalisasi Pelayanan Publik
 
Pemilihan lokasi aksi di pertigaan UIN Sunan Kalijaga dia sebut ada pertimbangan tersendiri. Lokasi yang disebut sebagai pertigaan revolusi ini dia katakan memiliki sejarah panjang bagi pergerakan mahasiswa. Dia ingin elemen yang tergabung bisa berefleksi di lokasi ini. Baginya isu-isu terkait buruh maupun pendidikan harus banyak disuarakan di berbagai lokasi. 
 
"Kami tidak berbeda dengan mereka yang demo di lokasi lain. Momentum ini kami respons secara bareng-bareng," ujarnya. 
 
Di tengah-tengah ratusan mahasiswa, terlihat sesosok tukang parkir yang turut serta. Dia adalah Kustam Fatoni. Menurutnya, demo ini sangat baik untuk menyuarakan aspirasi agar ada kesejahteraan bagi rakyat. Agar nantinya bisa diteruskan pada pemerintah. 
 
Baca Juga: Kepeleset, Remaja asal Sleman Ditemukan Tewas setelah Empat Jam Pencarian di Sungai Progo
 
"Demonya tidak anarkis. Kami dari warga sangat mendukung. Kalau anarkis rakyat sama mahasiswa diadu, yang lain tepuk tangan," katanya. 
 
Aksi berlangsung lancar dengan puncak pembakaran ban di tengah-tengah lingkaran pendemo. Lalu diakhiri dengan pernyataan sikap bersama-sama. Para demonstran selanjutnya membubarkan diri sekaligus membawa sampah masing-masing sekitar pukul 17.30. (del
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#hardiknas #demo mahasiswa #may day #kesejahteraan buruh #hari buruh internasional