SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Senin (20 April 2026). Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat satu kali awan panas guguran (APG) serta ratusan guguran lava dan gempa vulkanik sepanjang periode pengamatan 00.00–24.00 WIB.
Menurut laporan MAGMA-VAR BPPTKG, asap kawah bertekanan lemah berwarna putih tebal teramati setinggi 75 meter di atas puncak kawah. Gunung terlihat jelas dengan kabut level 0-III. Cuaca di sekitar Merapi cerah hingga mendung, angin bertiup tenang ke arah barat-timur, suhu udara berkisar 16,6–26,9°C, dan kelembaban 68,4–97,3%.
Dari sisi kegempaan, tercatat:
1 kali awan panas guguran dengan amplitudo 53 mm dan durasi 174,84 detik.
Baca Juga: Kebumen Darurat Kepala Sekolah, Rektor UMNU Khawatirkan Mundurnya Kualitas Pendidikan
123 kali guguran (amplitudo 2–37 mm, durasi 30,82–206,03 detik).
77 kali gempa hybrid/fase banyak (amplitudo 2–45 mm, durasi 5,89–59,93 detik).
14 kali gempa vulkanik dangkal (amplitudo 2–80 mm, durasi 11,03–42,31 detik).
4 kali gempa tektonik jauh.
BPPTKG juga mengamati 26 kali guguran lava pijar mengarah ke Barat Daya (Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Baca Juga: Diambilkan dari TPP, ASN di Kabupaten Magelang Wajib Belanja di Warung Tetangga dengan QRIS
Status tetap Level III (Siaga)Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Potensi bahaya utama berupa guguran lava dan awan panas guguran di sektor selatan-barat daya, meliputi:
Sungai Boyong maksimal 5 km,
Sungai Bedog, Krasak, Bebeng maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara:
Sungai Woro maksimal 3 km,
Sungai Gendol maksimal 5 km.
Baca Juga: Resmi Diluncurkan, Campus League Musim 1 Bangun Ekosistem Olahraga Kampus Berstandar NCAA
Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Suplai magma masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran lebih lanjut.Rekomendasi BPPTKG untuk masyarakat:
Tidak melakukan kegiatan apapun di dalam daerah potensi bahaya.
Mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan di sekitar Gunung Merapi.
Mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi.
Selalu mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG.
Masyarakat di wilayah Sleman (DIY), Magelang, Boyolali, dan Klaten (Jawa Tengah) diimbau tetap tenang namun waspada. Jika terjadi perubahan aktivitas signifikan, status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin