Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wani Ngeyel, Bupati Sleman Harda Kiswaya Keukeuh Tak Terapkan WFH bagi ASN

Delima Purnamasari • Rabu, 1 April 2026 | 23:09 WIB
Bupati Sleman Harda Kiswaya. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Bupati Sleman Harda Kiswaya. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Pemerintah pusat menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari seminggu bagi aparatur sipil negara (ASN). Hal ini dilakukan setiap hari Jumat demi efisiensi energi dalam menghadapi konflik global. Meski demikian, Pemkab Sleman memiliki kebijakan berbeda. 

Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, perintah itu dia hormati. Hanya saja di wilayah kabupaten, khususnya Sleman, pelayanan tidak akan optimal. Apalagi jika ada masyarakat yang memiliki persoalan mendesak, WFH berpotensi merumitkan pertolongan yang diberikan.

Dia menegaskan, Bumi Sembada akan tetap melakukan pelayanan seperti biasa. "Kalau di Sleman WFH itu pelayanan nggak bisa optimal. Banyak pertimbangan kami untuk  melayani seperti biasa," katanya saat ditemui awak media di Kompleks Pemkab Sleman, Rabu (1/6/2026). 

Baca Juga: Pemkab Bantul Akan Terapkan WFH bagi ASN Minggu Depan

Harda mengaku sudah melakukan dialog dengan organisasi perangkat daerah. Hasilnya tidak ada sektor yang memungkinkan untuk WFH. Paling mungkin hanya dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo).

Hanya saja jika diterapkan pada satu instansi saja, terjadi ketidakmerataan kebijakan. Baginya, semua ASN bertugas untuk melayani masyarakat.  Pria asal Kapanewon Godean ini menyebut, keputusan tidak WFH ini juga tidak dipermasalahkan oleh ASN di Bumi Sembada.

Dia mengklaim hal ini tidak akan mengganggu kesejahteraan dan kinerja mereka.  "Nuwun sewu, saat perintah ini diturunkan mungkin secara umum saja dilihat pelayanan. Tapi di wilayah enggak dipertimbangkan," tambahnya. Sementara soal penghematan bahan bakar minyak (BBM), dia menegaskan tidak akan secara serampangan langsung mengurangi kuota sebagai bentuk kehati-hatian. Strateginya adalah dengan melakukan peninjauan dahulu untuk tiap-tiap agenda.

Jika memang kegiatannya tidak diperlukan, maka tidak dilakukan. Kebijakan ini dia yakin akan terjadi efisiensi dengan sendirinya. "Betul-betul BBM sebagai napasnya kegiatan itu agar bisa mendukung agenda dengan baik," katanya. 

Baca Juga: Pemkab Bantul Akan Terapkan WFH bagi ASN Minggu Depan

Disinggung soal kemungkinan arahan penggunaan transportasi umum, dia mengaku belum ada. Harda menilai ini belum memungkinkan karena ketersediaan transportasi umum yang belum mendukung.

Begitu juga dengan penggunaan sepeda yang dia nilai berpotensi menyulitkan bagi ASN yang jarak rumahnya jauh dengan kantor Pemkab Sleman.  "Sepeda ya yang suka saja. Kalau rumahnya Cangkringan setiap hari ke sini, ya bagaimana," tambahnya. (del/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Bupati Sleman #wfh #aparatur sipil negara #ASN #Harda Kiswaya