SLEMAN – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merilis laporan terbaru mengenai aktivitas Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan pengamatan periode 14 Januari 2026, tingkat aktivitas gunung api paling aktif di Indonesia ini masih berada pada Level III (Siaga).
Laporan terbaru menunjukkan adanya peningkatan kegempaan yang cukup signifikan, terutama pada gempa guguran dan fase banyak (hybrid), yang menandakan suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung.
Detail Aktivitas Kegempaan Merapi
Dalam kurun waktu 24 jam (pukul 00:00 - 24:00 WIB), tercatat beberapa aktivitas kegempaan sebagai berikut:
Gempa Guguran: 91 kali (Amplitudo 2-29 mm, durasi hingga 180 detik).
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 64 kali (Indikasi pertumbuhan kubah lava).
Gempa Vulkanik Dangkal: 6 kali.
Gempa Tektonik Jauh: 1 kali.
Secara visual, puncak Gunung Merapi tertutup kabut (level 0-III), sehingga asap kawah tidak teramati dari pos pemantauan. Cuaca di sekitar lereng dilaporkan mendung hingga hujan dengan curah hujan mencapai 20 mm per hari.
Wilayah Potensi Bahaya (Radius Aman)
Pemerintah melalui BPPTKG menetapkan radius bahaya yang harus dihindari oleh masyarakat dan wisatawan, meliputi:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng.
Sektor Tenggara: Sungai Woro, Sungai Gendol.
Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Mengingat status Merapi Siaga, BPPTKG memberikan beberapa poin penting untuk warga di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten:
1. Hindari Aktivitas di Zona Bahaya: Masyarakat dilarang melakukan kegiatan apapun di area yang telah dipetakan sebagai zona potensi bahaya.
2. Waspada Lahar Dingin: Mengingat curah hujan tinggi (20 mm), masyarakat diminta waspada terhadap potensi banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di Merapi.
3. Antisipasi Abu Vulkanik: Siapkan masker dan pelindung mata jika sewaktu-waktu terjadi erupsi atau awan panas yang membawa material abu.
4. Pantau Informasi Resmi: Selalu ikuti perkembangan melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau media sosial resmi PVMBG/BPPTKG.
Laporan ini disusun oleh petugas pengamat Erwin Widyon dan Suraji berdasarkan data dari KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG.
Apa status Gunung Merapi saat ini? Status Gunung Merapi saat ini adalah Level III atau Siaga.
Berapa jarak aman Gunung Merapi? Jarak aman berada di luar radius 3-7 km tergantung sektor arah aliran sungai.
Apakah Merapi mengalami gempa hari ini? Ya, tercatat 91 kali gempa guguran dan 64 kali gempa hybrid pada pengamatan terbaru 14 Januari 2026. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin