SLEMAN - Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat angka produksi perikanan budi daya sepanjang 2025 mencapai 55.650,84 ton. Dengan nilai produksi menyentuh Rp 1,49 triliun.
Staf Pelaksana Data Bidang Perikanan DP3 Sleman Tony Lukito Triwibowo mengatakan, angka produksi paling tinggi tercatat pada Februari sejumlah 7.309,22 ton dengan nilai produksi Rp 207,07 miliar. Selain itu, pada Desember 7.198,98 ton dengan nilai Rp 170,87 miliar.
Sementara untuk angka produksi paling rendah tercatat pada April sebanyak 3.045,09 ton dengan Rp 86,27 miliar. Serta September sejumlah 1.894,72 ton dengan Rp 47,97 miliar.
"Angka ini tercatat dari berbagai jenis ikan, seperti nila, mas, gurami, tawes, patin, lele, bawal, udang galah, dan gabus," bebernya Selasa (13/1).
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman Wilyada Radianing mengatakan, ada kenaikan target produksi perikanan budi daya pada 2026 sebesar 0,65 persen. Jika mengacu pada total produksi pada 2025, ada penambahan target 361,730 ton.
Namun, anggaran pengembangan sektor perikanan pada bidang perikanan ikut kena pemangkasan 62 persen. Sehingga berdampak pada pengurangan banyak kegiatan. “Belum ada program baru tahun ini. Penangkasan memang membuat kegiatan kami terbatas," katanya.
Meski demikian pada tiga tahun terakhir angka produksi ikan di Sleman terus naik. Pada 2023, produksinya mencapai 54.957,11 ton, lalu pada 2024 sebesar 55.253,98 ton, dan pada 2025 sebanyak 55.650,84 ton. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita