SLEMAN - Miris, lantai dasar gedung utara Pasar Sleman Unit 2 sepi penjual.
Banyak ruko nganggur tidak ditempati.
Dari sekian banyak ruko yang disulap megah, hanya satu pedagang yang menempati lokasi tersebut.
Itu pun di area los.
Satu pedagang ini menjual makanan kering dan jajanan.
Padahal, lantai bawah ini lokasinya sangat luas.
Jika dilihat pada papan penunjuk, digunakan untuk pedagang makanan, hasil bumi, lauk pauk, dan gilingan.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sleman Unit 2 Basuki menjelaskan, awalnya lokasi ini digunakan oleh para pedagang yang kini berada di lantai atas.
Namun, karena lokasinya kerap tergenang mereka pindah.
Kini lantai dasar sudah diperbaiki drainasenya dan disiapkan pompa untuk antisipasi.
"Dulu tergenang sampai mata kaki. Tapi kalau sekarang enggak pernah, sudah bagus," terangnya dihubungi lewat sambungan telepon, Senin (12/1/2026).
Lantai dasar ini juga sempat digunakan untuk pedagang tlasaran yang awalnya berjualan di tempat parkir. Jumlahnya mencapai 38 orang.
Baca Juga: Berwisata ke Gunungkidul? Tidak Ada Salahnya Mencicipi Kuliner Ekstrem Walang Goreng
Mereka dinilai mengganggu kendaraan yang lalu lalang dan agar ada keadilan untuk sama-sama membayar retribusi lapak, diminta masuk ke pasar.
Kewajiban pindah ini terhitung pada 1 Oktober 2025 lalu.
Hanya saja usai sekitar tiga minggu berjalan, mereka mulai keluar dari lantai dasar.
Menurut Basuki, mereka kini pindah menempel ke gedung selatan.
Ada juga yang berdagang dengan berkeliling. Kepindahan ini disebut karena lokasinya yang sepi.
Salah satu pedagang pernah bercerita padanya, dari modal Rp 3 juta hanya dapat Rp 500 ribu.
"Dari pembeli enggak turun ke dasar karana mungkin menyendiri. Pedagang yang tua juga enggak mau karena harus jalan turun," katanya.
Dia bercerita, sebenarnya fasilitas di lantai dasar sudah sangat memadai.
Lampu-lampu sudah diganti jadi terang.
Pedagang tidak perlu khawatir akan kehujanan atau kepanasan.
Paguyuban juga tidak akan mempersulit atau menarik biaya pendaftaran bagi mereka yang akan berdagang di lantai dasar ini.
Menurutnya, perlu ada intervensi dari pemerintah setempat.
Misalnya, dengan menarik pedagang yang berada di luar, khususnya pinggir jalan untuk bergabung ke pasar.
"Memang eman-eman, lokasinya bisa cukup 200 pedagang tlasaran. Kami pengennya pasar itu guyub dan ramai," katanya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah II Rochmad Wisnu Aji menjelaskan, sebagian pedagang yang berada di lantai dasar Pasar Sleman Unit II pindah karena ada tempat di lantai atas yang kosong.
Rencananya memang akan tetap diisi kalau ada pedagang yang mendaftar.
"Komoditas gedung yang selatan sayur dan hasil bumi memang lebih ramai kalau pagi. Syukur kalau bisa bantu promosi pedagang baru," katanya. (del)
Editor : Meitika Candra Lantiva