YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta masih menunjukkan intensitas yang tinggi. Berdasarkan laporan terbaru periode pengamatan 30 Desember 2025, tercatat telah terjadi 128 kali gempa guguran dengan luncuran lava pijar sejauh 2 kilometer.
Detail Aktivitas Visual dan Kegempaan
Menurut laporan dari tim penyusun BPPTKG, Tri Mujiyanta dan Yulianto, kondisi visual Gunung Merapi menunjukkan asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis setinggi 50 meter. Namun, data kegempaan menunjukkan aktivitas yang signifikan:
Gempa Guguran: 128 kali (Amplitudo 2-88 mm, Durasi hingga 184.98 detik).
Gempa Hybrid/Fase Banyak: 64 kali.
Guguran Lava: Teramati 7 kali ke arah Barat Daya (Kali Bebeng dan Krasak) dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter.
Status Level III (Siaga)
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung, yang berpotensi memicu awan panas guguran secara tiba-tiba.
Daftar Wilayah Potensi Bahaya
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjauhi radius bahaya yang telah ditetapkan, antara lain:
Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (maks. 5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maks. 7 km).
Sektor Tenggara: Sungai Woro (maks. 3 km) dan Sungai Gendol (maks. 5 km).
Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Rekomendasi Bagi Masyarakat
BPPTKG mengeluarkan beberapa poin penting sebagai langkah mitigasi:
Hentikan aktivitas apa pun di dalam daerah potensi bahaya.
Waspadai bahaya lahar dingin dan awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di area puncak Merapi.
Gunakan masker untuk mengantisipasi gangguan abu vulkanik jika terjadi erupsi.
Pantau informasi resmi melalui kanal MAGMA Indonesia atau BPPTKG.
Data Meteorologi Terkini:
Kondisi cuaca di sekitar puncak terpantau cerah hingga mendung dengan suhu udara berkisar 17.2-25 °C. Tercatat volume curah hujan sebesar 15 mm per hari, yang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar di hulu sungai.
Sumber: MAGMA-VAR, PVMBG, Badan Geologi, KESDM. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin