SLEMAN — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi sepanjang periode pengamatan Rabu, 10 Desember 2025, pukul 00.00–24.00 WIB. Gunung yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah ini masih berstatus Level III (Siaga).
Cuaca Mendung, Angin Tenang ke Timur
Selama pengamatan, kondisi cuaca cenderung mendung dan berawan. Angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu udara tercatat berada pada kisaran 17,8–27°C, dengan kelembaban mencapai 70,2–99% serta tekanan udara 871,8–916,1 mmHg. Adapun curah hujan harian tercatat 6 mm.
Visual Merapi Tertutup Kabut, Asap Kawah Tak Teramati
Gunung Merapi terlihat berkabut dengan intensitas 0 hingga III. Asap kawah tidak teramati selama pengamatan.
Kegempaan: 100 Gempa Guguran dan 53 Hybrid
BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan yang masih tinggi:
Guguran: 100 kali
Amplitudo 2–21 mm, durasi 44,11–217,73 detik
Hybrid/Fase Banyak: 53 kali
Amplitudo 2–29 mm, selisih S-P 0,2–0,9 detik, durasi 11,18–55,49 detik
12 Guguran Lava ke Barat Daya, Meluncur Hingga 2 Km
Sebanyak 12 kali guguran lava teramati meluncur ke sektor barat daya, menuju hulu Kali Sat/Putih dan Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.
Potensi Bahaya dan Zona Rawan
BPPTKG menegaskan kembali potensi bahaya yang harus diwaspadai masyarakat:
Arah Selatan–Barat Daya
Sungai Boyong: maksimal 5 km
Sungai Bedog, Krasak, Bebeng: maksimal 7 km
Arah Tenggara
Sungai Woro: maksimal 3 km
Sungai Gendol: maksimal 5 km
Material lontaran eksplosif dapat mencapai radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi awan panas guguran (APG) dapat meningkat di daerah potensi bahaya.
Imbauan untuk Masyarakat
BPPTKG memberikan rekomendasi resmi bagi warga di sekitar Merapi:
1. Tidak melakukan aktivitas apa pun di zona potensi bahaya.
2. Mewaspadai potensi APG dan lahar, terutama saat hujan.
3. Mengantisipasi dampak abu vulkanik bila terjadi erupsi.
4. Perubahan aktivitas signifikan akan segera diikuti dengan evaluasi status Merapi.
Laporan ini disusun oleh Tri Mujiyanta berdasarkan data KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal MAGMA Indonesia dan media sosial PVMBG. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin