Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kabupaten Sleman Masih Miliki PR Pengelolaan Residu Sampah, Keberadaan TPST Bukan Solusi

Delima Purnamasari • Senin, 8 Desember 2025 | 02:15 WIB

 

TPST Sendangsari. 
TPST Sendangsari. 

SLEMAN - Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang ada di Sleman tidak mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Sleman. Sebab memiliki fungsi yang tidak jauh beda dengan bank sampah. Yakni sama-sama mengolah sampah anorganik.

"Dengan proyek miliaran, harusnya menerima sampah yang tidak bisa dikelola masyarakat. Harusnya bisa menjawab kekosongan solusi ini," kata Ketua Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Sehati Hijrah Purnama Putra saat dihubungi Minggu (7/12).

Solusi yang dimaksud, adalah terkait penanganan sampah residu. Seperti pembalut dan pamper. Sebab apabila penanggulangannya tidak tepat juga berpotensi menimbulkan persoalan baru, seperti kesehatan dan polusi.

Sedangkan untuk persoalan pemilahan sampah, lanjutnya, sudah dilakukan oleh bank sampah dan sedekah sampah di Sleman. Jumlah anggotanya bahkan sekitar 270-300 orang. Saat ini fokus mereka adalah penanganan sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual.

Beberapa anggota juga aktif mengolah sampah organik yang dijadikan kompos. Sementara sampah residu yang tidak terolah, seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Entah itu dengan sistem pembuangan sampah yang baik atau teknologi termal. Agar pengelolaan bisa lebih ramah lingkungan.

"Pada akhirnya masyarakat yang tidak dilayani sistem pengangkutan melakukan pembakaran. Termasuk dari TPS3R," bebernya.

Pembakaran terbuka ini, disebut bisa menimbulkan asap yang kandungannya bisa menghasilkan cemaran. Belum lagi jika ada masyarakat yang memilih membuangnya di sungai atau tempat sembarangan.

Baca Juga: Prediksi Fulham vs Crystal Palace Premier League Minggu 7 Desember Kick Off 23.30 WIB, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Baginya, juga hampir tidak mungkin mengembalikan masyarakat pada budaya zaman dulu. Entah itu dengan melarang penggunakan pamper atau pembalut sekali pakai.

"Masalah residu ini tidak bisa dibebankan pada masyarakat. Kalau pun masyarakat sudah memiliah, akhirnya juga tidak bisa dikelola seratus persen," katanya.

Sementara itu, salah satu warga Sleman Arum Sekar mengaku, memang belum melakukan pemilahan. Dia menilai proses ini masih rumit dan membutuhkan banyak waktu.

"Jadi apa pun jenis sampahnya dijadikan satu saja lalu nanti diambil oleh petugas secara berkala," katanya. (del/eno) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pamper #bank sampah #sampah anorganik #Sleman #TPST #JPSM #Jejaring Pengelola Sampah Mandiri #pembalut #JPSM Sehati #residu #tempat pengolahan sampah terpadu