SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi pada 3 Desember 2025 masih menunjukkan intensitas tinggi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat puluhan gempa guguran dan gempa hybrid sepanjang hari, disertai 12 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur hingga 2.000 meter. Asap kawah berwarna putih terlihat tebal, menjulang setinggi 25 hingga 150 meter di atas puncak.
Cuaca di sekitar Merapi relatif cerah hingga mendung, dengan suhu udara berkisar 18 hingga 23 derajat Celsius. Meski kondisi tampak tenang, BPPTKG menegaskan bahwa Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas guguran mengancam sektor selatan–barat daya, meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng, serta sektor tenggara di Sungai Woro dan Gendol.
Di kawasan Sleman, sejumlah warga mengaku tetap waspada. “Kami sudah terbiasa dengan aktivitas Merapi, tapi tetap hati-hati terutama saat hujan karena takut lahar turun,” ujar Suyatno, warga Desa Hargobinangun, yang sehari-hari bekerja di ladang dekat lereng. Sementara itu, pedagang di Pasar Kaliurang mengatakan aktivitas jual beli masih berjalan normal, namun mereka menyiapkan masker untuk mengantisipasi abu vulkanik.
BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya dan selalu memperhatikan informasi resmi. Suplai magma yang masih berlangsung berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu. Jika terjadi perubahan signifikan, tingkat aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin