Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan Dua Kali Awan Panas Guguran Sejauh 1,3 Km, Status Siaga Level III

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 12 November 2025 | 14:23 WIB
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang.   (BPPTKG)
Awan Panas Guguran (APG) pada Rabu 18 September 2024 pukul 22.47 WIB terekam CCTV Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan meluncurkan awan panas guguran pada Selasa (11/11/2025) pukul 16.29 WIB.

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas tersebut meluncur sejauh 1.300 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Krasak.

Peristiwa ini tercatat memiliki amplitudo maksimal 32 mm dan berlangsung selama 106,51 detik.

BPPTKG juga merilis video kejadian tersebut melalui kanal resmi mereka di Instagram dan WhatsApp Channel.

Dalam laporan harian MAGMA-VAR BPPTKG, tercatat satu kali awan panas guguran, 74 kali guguran lava, serta 63 gempa hybrid/fase banyak.

Guguran lava teramati tujuh kali ke arah barat daya (Kali Sat/Putih, Bebeng, dan Krasak) dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.

Cuaca di sekitar Merapi saat itu berawan hingga mendung, dengan suhu udara berkisar antara 17,5–25,1 °C dan kelembaban mencapai 99%.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi sekitar 15 meter dari puncak.

Gunung Merapi saat ini berada pada Tingkat Aktivitas Level III (Siaga).

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di wilayah potensi bahaya, terutama di sektor selatan–barat daya yang meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Sektor tenggara seperti Sungai Woro dan Gendol juga perlu diwaspadai.

Baca Juga: Jadwal, Lokasi, dan Musisi yang Tampil di Festival Jazz Terbesar Yogyakarta, Ngayogjazz 2025

Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Merapi.

Gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi.

BPPTKG menegaskan bahwa suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu awan panas guguran sewaktu-waktu.

Jika terjadi perubahan signifikan, status aktivitas Merapi akan segera ditinjau kembali.

Untuk informasi terkini, masyarakat dapat mengikuti kanal resmi BPPTKG di Instagram dan WhatsApp Channel. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#guguran lava pijar #Gunung Merapi #awan panas guguran #Kabupaten Sleman