Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stop Buang Sembarangan! Ini Daftar Tempat Khusus Pembuangan Sampah Obat yang Disediakan Ikatan Apoteker Indonesia di Sleman

Iwan Nurwanto • Senin, 3 November 2025 | 03:46 WIB

 

RESMI: Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sleman saat mengenalkan program Sleman Resik Obat di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (2/11/2025).
RESMI: Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sleman saat mengenalkan program Sleman Resik Obat di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (2/11/2025).

SLEMAN - Aktivitas pembuangan sampah obat yang tidak tepat bisa membahayakan kesehatan maupun lingkungan.

Mengantisipasi kebiasaan tersebut, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sleman menyediakan sejumlah titik yang khusus untuk membuang sampah obat.

Ketua IAI Sleman Deddy Setiyono mengatakan, pihaknya menyediakan enam titik pembuangan khusus sampah obat.

Baca Juga: Kasus Influenza A Meningkat di Musim Pancaroba, Ahli Epidemiologi UGM Minta untuk Waspadai Penurunan Imunitas

Di antaranya di Apotek Wahyu Putra (Minggir), Apotek Diva Farma (Caturharjo), Apotek Bronggang Sehat (Cangkringan), Apotek Kusuma Sehat (Ngemplak), Apotek Ringinsari (Maguwoharjo), dan Apotek Akhdan (Prambanan).

“Selain itu, semua apotek Kimia Farma dan K24 juga bisa untuk menitipkan sampah obat,” ujar Deddy saat ditemui dalam Launching Program Sleman Resik Obat di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (2/11/2025).

Dia berharap, dengan sudah disediakannya titik-titik khusus oleh IAI bisa meminimalisasi pembuangan sampah obat secara sembarangan.

Baca Juga: Kesehatan Mental Nakes Jadi Bahasan dalam Jambore Puskesmas Nasional di Sleman

Sebab sampah obat yang tidak dibuang pada tempatnya bisa berbahaya bagi kesehatan masyarakat maupun lingkungan.

Misalnya, berupa pemalsuan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan kemasan obat yang masih bagus. Lalu juga bisa ada kasus penyalahgunaan sampah obat untuk dijual kembali.

Deddy menyebut, timbulnya permasalahan itu bisa disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat dalam mengelola sampah obat.

Baca Juga: BRIN Dorong Penguatan Ketahanan Pangan Gunungkidul lewat Riset Komoditas Lokal: Beras Merah Miliki Potensi Diolah Jadi Produk Pangan Sehat dan Praktis

Sehingga banyak masyarakat yang kemudian membuang sampah obat bersamaan dengan sampah rumah tangga.

Oleh karena itu, lewat program Sleman Resik Obat diharapkan dapat membantu masyarakat untuk membuang sampah obat yang tidak terpakai atau kadaluarsa.

Sehingga pengelolaannya bisa lebih tepat dengan cara dimusnahkan.

“Apoteker-apoteker anggota kami juga sudah saya sampaikan agar mengedukasi masyarakat tentang pembuangan sampah obat ketika membeli obat di apotek,” imbuh Deddy.

Baca Juga: Petani Bawang Merah di Kulon Progo Kritik Kualitas dan Ketersediaan Pupuk di Depan Zulhas: Begini Katanya...

Sementara itu, salah satu warga Sleman bernama Puspitasari menyambut baik program tersebut.

Lantaran selama ini dirinya juga belum terlalu paham tentang pengelolaan sampah obat yang baik dan benar.

“Setelah ini, saya akan buang limbah obat ke tempat-tempat khusus agar tidak disalahgunakan,” katanya. (inu)

 
 
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#ikatan apoteker indonesia #Pembuangan #Sampah Obat