Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bedog Arts Fest 2025 Bawa Semangat Edukasi Lingkungan, Manfaatkan Sampah untuk Diubah Jadi Bahan Bakar Lampu Senthir

Delima Purnamasari • Senin, 20 Oktober 2025 | 01:45 WIB
PEDULI LINGKUNGAN: Gelaran Bedog Arts Fest 2025 di atas Sungai Bedog MInggu (19/10). Pentas yang digelar Studio Banjarmili, Kradenan, Banyuraden ini menggunakan lampu
PEDULI LINGKUNGAN: Gelaran Bedog Arts Fest 2025 di atas Sungai Bedog MInggu (19/10). Pentas yang digelar Studio Banjarmili, Kradenan, Banyuraden ini menggunakan lampu

SLEMAN - Selama tiga hari penuh warga Kabupaten Sleman disuguhi gelaran Bedog Arts Fest 2025. Diselenggarakan sejak Jumat hingga Minggu (17-19/10), berbagai pentas terpusat di atas Sungai Bedog. Tepatnya di Studio Banjarmili, Kradenan, Banyuraden, Gamping.

Gelaran yang ke-15 ini membawa tema Sambung Menyambung. Pertunjukan seniman seperti Raja Kirik's Phantasmagoria of Jathilan, Samohung, dan Saron Groove turut ditampilkan. Ada juga program Layar Bedog yang menghadirkan pemutaran berbagai film, seperti Penumbra: Perjalanan Miroto dan Nenek Moyangku Seorang Petani. Termasuk Pameran Te(Topengan) Miroto yang menyajikan karya artistik dari maestro tari Indonesia, Martinus Miroto.

Baca Juga: BBWSSO Tegaskan Tambang Pasir Rakyat di Sungai Progo Dilakukan tanpa Mesin dan Produksi Kurang dari 20 Meter Kubik per Hari

Tidak hanya urusan seni dan budaya. Bedog Arts Fest 2025 ini juga membawa semangat Almost Green Festival. Sebuah langkah untuk membuat festival yang lebih berkelanjutan.

Board of Creative Director Kevindha Mahatma menjelaskan, sejak awal memang Bedog Arts Fest sudah digelar di atas sungai. Para seniman didorong untuk merespons dan mengeksplorasi tebing dan lekuk Sungai Bedog ini. Namun, penyelenggara ingin menyuarakan isu alam secara lebih kuat lagi. Tidak sekadar memanfaatkannya sebagai latar pentas.

"Kalau sudah di atas sungai, terus apa tindak lanjutnya. Kegiatan yang selalu dilakukan itu penyebaran benih ikan, tapi ngerasa bisa diperdalam lagi," sebutnya saat ditemui di lokasi acara Minggu (19/10).

Baca Juga: DBL Yogyakarta: Cerita Zahira Adiya Mecca, Berawal dari Dipaksa, Kini Semakin Nyaman Bermain Basket

Untuk itu, penyelenggara bekerja sama dengan Yayasan Get Plastic Indonesia dan Bank Sampah Go-Green. Di sini terjadi pemanfaatan mesin pirolisis yang mengubah plastik menjadi energi minyak. Satu kilogram plastik setara dengan satu liter minyak solar. Sebagian minyak yang dihasilkan itu digunakan untuk lampu senthir sebagai bagian artistik panggung. Selain itu, jadi bahan bakar genset.

Kevin menegaskan, latar kegiatan yang berada di dalam desa membuat mereka tidak mungkin bergerak sendiri. Untuk itu penyelenggara ikut melibatkan warga sekitar. Dari mulai untuk menyediakan makan penampil, membangun fasilitas kegiatan, hingga jadi tim waste management untuk memilah sampah.

Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Gedung Karaoke di Karangmojo, Kerugian Capai Rp 50 Juta

"Ada fungsi edukasinya bahwa harus bisa memilah agar Jogja tidak darurat sampah," tambahnya.

Dia ingin pementasan ke depan semakin banyak orang yang datang. Sekaligus bisa teredukasi soal isu lingkungan ini. Baik itu masyarakat umum, warga sekitar, hingga para seniman sendiri.

"Untuk ibu-ibu yang jualan di acara ini juga ada pembekalan agar plastiknya dikurangi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto menjelaskan, Bedog Arts Fest ini jadi bagian dari Sleman Creative Weeks. Kegiatannya digelar di empat lokasi dengan waktu yang berbeda. "Target kami kali ini adalah 12.500 sampai 15.000 pengunjung," tegasnya. (del/eno) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Studio Banjarmili #kradenan #solar #Bedog Arts Fest #pirolisis #Sampah #Gamping #sungai bedog #plastik #Kabupaten Sleman #Banyuraden