SLEMAN - Hujan deras dan angin kencang terjadi di Kabupaten Sleman pada Selasa (19/8) lalu. Peristiwa ini berdampak pada berbagai wilayah di Bumi Sembada.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro menyebut, titik terbanyak terjadi di Kapanewon Kalasan dengan 11 kejadian. Seluruhnya terjadi di Kalurahan Purwomartani.
Terdiri dari tiga kejadian atap berterbangan dan delapan pohon tumbang. "Pohon ada yang menutup akses jalan dan menimpa rumah," terangnya dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Jogja, Rabu (20/8).
Baca Juga: HUT Ke-369 Kabupaten Kebumen Dirayakan dengan Kembul Bujana 4.000 Porsi Nasi Penggel
Wilayah lain yang mengalami kejadian serupa ada di Kapanewon Depok dengan lima titik. Di dalamnya termasuk baliho yang ambruk menimpa jaringan listrik. Lalu ada genting warga Maguwoharjo yang berterbangan dan teras ambruk total.
Bambang menyebut, di antaranya berdampak pada pohon sawo yang menimpa ruang kelas SMP Muhammadiyah 2 Minggir. Lalu tembok SMP Muhammadiyah 1 Minggir yang roboh. Penanganan keduanya masih dalam proses. "Lalu untuk Moyudan satu kejadian dan Prambanan satu kejadian. Keduanya pohon menimpa rumah warga," tambahnya.
Bambang menegaskan, tidak ada korban jiwa atas peristiwa ini. Sementara ini telah dilakukan asesmen data, pemotongan pohon, dan distribusi bantuan darurat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menjelaskan, kerusakan akan bencana alam ini akan diasesmen oleh BPBD. Nantinya akan diberikan bantuan yang disesuaikan dengan kriteria kerusakan. Baik itu ringan, sedang, maupun berat. "Bantuan ini sudah rutin disalurkan dan sudah ada skemanya," terangnya. (del/pra)
Editor : Heru Pratomo