SLEMAN - Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus semakin dekat. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman terus mematangkan persiapan.
Ketua Tim Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman Dwijo Anggono menjelaskan, pada tahun ini ada 74 petugas paskibraka dari jenjang SMA sederajat. Terdiri dari 35 laki-laki dan 39 perempuan. Mereka akan menjalani latihan dari 23 Juli hingga 13 Agustus.
"Untuk pelatihnya sepuluh orang. Lima dari TNI dan lima Polri. Lalu 15 orang purnapaskibraka yang ikut mendampingi," ungkapnya.
Latinan sendiri awalnya dilakukan di Lapangan Pemda Sleman. Namun, sejak tanggal 4 Agustus berpindah ke Lapangan Denggung sebagai tempat pengibaran bendera sesungguhnya.
"Latihan utama fisik. Dari lari, senam, baris, gormasi," katanya.
Usai mereka nanti selesai menjalankan tugasnya mengibarkan bendera, Dwijo menyebut akan dilakukan tes oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Mereka yang lolos akan menjadi duta pancasila. "Jadi bisa mengajak lingkungannya mengaktualisasikan nilai-nilai pancasila," katanya.
Dengan demikian, Paskibraka tidak hanya mengibarkan bendera. Namun, memiliki jiwa dan karakter pancasila. Terlebih mereka juga diberikan materi wawasan kebangsaan dan ideologi pancasila. "Ada juga materi literasi digital. Jadi bisa menambah ilmu dan wawasan," tambahnya.
Ke depan dia berharap para generasi penerus bisa mempersiapkan fisik maupun mental. Sehingga, ada warga Sleman yang bisa lolos menjadi Paskibraka nasional.
Sementara itu, salah satu pelatih Aiptu Dwi Iriani menyebutkan, penentuan posisi utama, seperti pengibar bendera akan ditentukan menjelang gladi kotor pada 14 Agustus. Dia menyebut Paskibraka telah bisa mengikuti tempo latihan yang diberi. "Kami terus mengasah konsistensi dan tentu kekompakan kelompok,” katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita