Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pertahankan Daerah Bebas Rabies, Kabupaten Sleman Terus Perketat Lalu Lintas HPR

Delima Purnamasari • Sabtu, 12 Juli 2025 | 14:00 WIB

 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman Suryawati Purwaningtyas
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman Suryawati Purwaningtyas
 

SLEMAN - Kabupaten Sleman merupakan daerah bebas rabies. Untuk mempertahankan status tersebut dilakukan berbagai upaya. 

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman Suryawati Purwaningtyas menyebut, salah satu upayanya adalah memperketat lalu lintas hewan penular rabies (HPR). Hal ini bisa dipantau melalui aplikasi dari pemerintah pusat. 

 Baca Juga: Dinsos DIY Kerja Sama dengan PARI Cabang Bantul, Skrining Tuberkulosis pada 400 Pekerja Sosial

"Kalau ada HPR masuk dari daerah terduga atau tertular itu otomatis tertolak," katanya. 

Di sisi lain, kalau pun HPR berasal dari daerah yang sama-sama bebas rabies juga harus dilakukan vaksin terlebih dahulu. Baik itu pada anjing, kucing, maupun kera.

 Baca Juga: Lurah Srimulyo Wajiran Bantah Korupsi Pemanfaatan TKD, Sebut Hanya Jalankan Kebijakan Baru Gubernur DIY

"Kalau ada manusia yang tergigit HPR harus langsung lapor ke fasilitas kesehatan," tambahnya. 

Sementara untuk HPR yang menggigit juga akan dikarantina dan diawasi dua minggu ke depan. Untuk melihat apakah ada perubahan perilaku atau tidak. 

 

"Tapi biasanya kalau rabies itu gigit sekarang besok sudah mati," tambahnya. 

 Baca Juga: Sukma Rumekar Sakti, Perempuan Kulon Progo Ini Sudah Tiga Tahun Budi Daya Cabe Jawa, Perawatan Mudah, Tanam Sekali Untungnya Berkali-kali

Sementara itu, Petugas Data iSIKHNAS DP3 Sleman Rapi Wijayatri menyebut, tidak ada kasus rabies terjadi di Bumi Sembada. Dia menyebut rabies sendiri adalah virus sehingga tidak ada obat bagi hewan yang terjangkit. 

 

"Jadi tindakan kami hanya fokus pada pencegahan saja," katanya. 

 

Penularannya sendiri bisa disa melalui gigitan hewan yang menderita. Selain itu, kontak dengan air liur penderita. 

 Baca Juga: Putus Kontrak dengan Ajax, Jordan Henderson Kembali ke Premier League Bersama Brentford

"Tanda-tanda umumnya galak, suka menggigit, dan tidak suka terkena cahaya," tambahnya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#HPR #Sleman #DP3 Sleman #Lalu Lintas #DP3 #Kabupaten Sleman #ISIKHNAS #Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan #rabies #hewan penular rabies