SLEMAN - Prambanan Jazz Festival (PJF) kembali digelar untuk ke-11 kalinya Jumat (4/7). Dua penampil internasional yakni Kenny G dari Amerika Serikat dan Eaj Park dari Korea Selatan turut dihadirkan di event musik tahunan ini.
Founder Prambanan Jazz Festival Anas Syahrul Alimi mengatakan, dipilihnya dua artis internasional tersebut bukan sekadar pilihan artistik. Namun, punya nilai historis dan strategis.
"Kenny G itu istimewa. Tahun 2015 saat pertama kali PJF digelar, dia yang tampil," katanya.
Baca Juga: Nico Williams Teken Kontrak Multiyears Bersama Athletic Club Setelah Gagal Gabung Barcelona
Sementara kehadiran Eaj Park, menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya. Melalui pengaruh global industri K-pop dan memiliki banyak penggemar, Anas ingin PJF menjadi panggung kanal promosi Candi Prambanan ke dunia.
"Eaj Park ini punya jutaan pengikut di dunia. Ketika dia tampil dengan latar Candi Prambanan dan mengunggahnya di media sosial, itu promosi yang sangat efektif," bebernya.
Baca Juga: Ada Hujan Populasi Ubur-Ubur di Pantai Selatan Gunungkidul Mulai Menurun
Anas juga menyampaikan, PJF kali ini memiliki antusiasme penonton yang cukup tinggi. Sekitar 70 persen penonton datang dari luar DIY, sementara 30 persen sisanya berasal dari Jogjakarta, Magelang, dan sekitarnya.
“Hotel, penerbangan, dan kereta penuh, restoran ramai, persewaan mobil meningkat. Ini bukti multiplier effect dari festival ini terhadap ekonomi lokal,” ungkap Anas.
Baca Juga: Kuda King Argentine Bikin Indonesia di Ambang Sejarah Baru Triple Crown
Direktur Rajawali Indonesia selaku promotor Taufik Raharja menambahkan, jumlah pengunjung tembus 60.000 orang. Bahkan di hari pertama PJF yang biasanya sepi, disebut memiliki pengunjung terbanyak.
Menurutnya, PJF bukan hanya sekadar festival musik. Sebab keberadaannya turut membawa pengaruh positif untuk wilayah sekitar. “UMKM, seniman lokal, hingga tenaga kerja kasual banyak terlibat dan mendapat manfaat ekonomi langsung,” bebernya.
Baca Juga: Guru Ngaji Cabuli Belasan Santri di Kebumen, Semuanya Masih di Bawah Umur
Sementara itu, salah satu penonton asal Malang Galuh Cahyadi menyebut, datang ke PJF karena ingin menonton Tulus. Dia mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya. "Suasananya enak. Prambanan juga bagus. Seneng bisa datang ke sini," katanya.
PJF sendiri akan digelar selama tiga hari. Mulai dari 4-6 Juli. Festival musik ini akan berlangsung di pelataran Candi Prambanan, Sleman. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita