SLEMAN - Teramati 10 kali guguran lava ke arah Barat Daya (Kali Bebeng, Krasak dan Sat/Putih) dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Kamis 3 Juli 2025 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah,mendung,berawan.
Angin bertiup tenang ke arah timur.
Suhu udara 16.8-24.1 °C, kelembaban udara 80.2-99.4 %, dan tekanan udara 873-918.5 mmHg.
Volume curah hujan 5 mm per hari.
Gunung Merapi terlihat jelas,kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 100 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran 92 kali; kegempaan low frekuensi tiga kali; kegempaan hybrid/fase banyak 103 kali; dan kegempaan tektonik jauh dua kali.
Aktivitas Gunung Merapi SIAGA Level 3, ditetapkan sejak 5 November 2020.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
G. Merapi Level III (Siaga)
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin