SLEMAN - Kabupaten Sleman baru memiliki satu perpustakaan. Lokasinya berada di Tridadi, Kapanewon Sleman.
Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman Abu Bakar mengakui, perpustakaan tersebut belum memadai. Ukurannya sempit dan belum representatif.
"Semestinya ada segala macam dan penuh AC. Terus anak-anak bisa berlarian. Tapi kalau yang ada ini terbatas," katanya.
Dia menyebut pengembangan maupun pendirian perpustakaan baru terkendala ketersediaan anggaran. Meski begitu, dia tidak ingin berkecil hati.
Saat ini program literasi dikembangkan melalui konsep pojok literasi digital dan Digital Literacy Corner (DLC). Perpustakaan mini ini disebar di berbagai titik keramaian. Mulai dari rumah sakit, gelanggang olahraga, terminal, kantor kapanewon, hingga kantor kalurahan.
"Kami juga ingin sediakan perpustakaan di mal pelayanan publik. Jadi tidak berdiri sendiri," katanya.
Abu menjelaskan, hingga saat ini telah tersedia 50.000 judul buku digital. Sementara untuk buku fisik mencapai 150.000.
Baca Juga: Puluhan Bisnis Kreatif Bertemu Investor di GIK UGM, Investor Asing Lirik Usaha Kuliner Premium Jogja
"Untuk buku digital nanti tinggal scan barcode di DLC. Kami bekerja sama dengan penyedia resmi," tambahnya.
Menurutnya, jumlah tersebut mencukupi. Terlebih, untuk buku fisik sering dilakukan saling pinjam buku ke sekolah sehingga judulnya bisa semakin beragam.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Christiana Rini Puspitasari menjelaskan, turut terdapat program perpustakaan keliling. Dengan tiga armada yang tersedia akan mendatangi sekolah dasar.
"Permintaan didatangi perpustakaan keliling memang tinggi. Terkadang kami juga sampai pakai mobil biasa," katanya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita