SLEMAN - Kegiatan pameran arsip dan foto diselenggarakan di Lapangan Pemda Sleman Jumat (16/5). Salah satu karya yang ditampilkan adalah dokumentasi bekas Pabrik Gula Beran pada 1930-an.
Kepala Bidang Pengembangan Sistem dan Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman Yuni Prasetyo Budi Ilmawan menjelaskan, ada berbagai karya lain yang ditampilkan. Misalnya, dokumentasi pembangunan Selokan Mataram dan Rijksblad Nomor 11 Tahun 1916.
Baca Juga: PSS Sleman versus Persija Jakarta, Menang Saja Tak Cukup untuk Super Elang Jawa
"Total ada 24 koleksi foto dan arsip sejarah. Mulai dari masa sebelum kemerdekaan, era awal kemerdekaan, hingga orde baru," katanya.
Prasetyo menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke-54 setiap 18 Mei. Selain itu, untuk Hari Jadi ke-109 Kabupaten Sleman.
Dia menyebut, saat ini juga telah disediakan pameran virtual melalui laman perpusarsip.slemankab.go.id. Masyarakat dapat melihat koleksi digital kapan dan dari mana saja. "Kegiatan semacam ini penting untuk mengenalkan sejarah lokal pada masyarakat," tambahnya.
Apabila masyarakat memiliki dokumentasi sejarah, juga bisa dititipkan atau disumbangkan. Sehingga dapat disimpan secara aman dan profesional.
“Kami menyediakan lemari tahan api dan layanan digitalisasi agar dokumentasi sejarah bisa diakses oleh generasi mendatang,” tambahnya.
Ke depan dia juga akan menyelenggarakan pelatihan dan penataan arsip hingga tingkat kalurahan. Jadi, arsip dapat dikelola dengan baik, tidak rusak, dan mudah dicari.
“Kami targetkan dalam lima tahun ke depan sistem pengarsipan Sleman akan jauh lebih tertib dan profesional,” pungkas Prasetyo.
Sementara itu, salah satu warga Sleman Ainun Munjiah yang turut menghadiri pameran menyebut, kegiatan tidak hanya memamerkan arsip. Tetapi juga mengadakan kuis dengan berbagai hadiah.
"Menarik karena yang ditampilkan berbagai arsip jadul. Semoga ke depan kegiatan seperti ini lebih sering diadakan," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita