SLEMAN - Umat Hindu dari seluruh penjuru tanah air berkumpul di Candi Prambanan, pada hari Jumat (28/3) untuk melaksanakan Tawur Agung Kesanga. Dalam upacara sakral tahunan tersebut, rencananya akan dihadiri Wakil presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka serta Menteri Agama (menag) Nasaruddin Umar.
"Kami sudah bertemu dengan Bapak Wapres di kantor beliau. Kami merasa senang karena acara kami dihadiri Wapres," ujar Ketua PDHI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya di Candi Prambanan, Kamis (27/3).
Diketahui, Tawur Agung merupakan upacara sakral yang bertujuan menyucikan alam semesta menjelang Hari Raya Nyepi. Pada tahun ini, acara Tawur Agung Kesanga tersebut terdiri dari dua bagian utama. Yaitu acara ritual dan seremonial.
Tawur Agung Kesanga merupakan upacara penyucian alam semesta untuk mengembalikan keseimbangan antara manusia dan lingkungan. Tujuan utama upacara ini meliputi, untuk mengembalikan sari-sari alam yang telah digunakan manusia kepada para Butha. Kemudian menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Membakar segala kejahatan di muka bumi dan dalam diri manusia, serta menyelaraskan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
Upacara Tawur Agung tersebut dilaksanakan pada Tilem Sasih Kesanga, atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Tepat pada waktu tengah hari. Pada tahun ini, tingkatan caru yang diambil adalah Manca Kelud Yama Raja dan pada puncak acaranya akan ditandai dengan pawai ogoh-ogoh yang melambangkan Bhuta Kala atau simbol kejahatan, dan pembakarannya sebagai simbol pembersihan diri dari sifat buruk.
"Dengan demikian kesadaran umat semakin meningkat, karena agama membimbing kami ke arah yang lebih baik, ilmu pengetahuan mempermudah hidup, dan seni menghaluskan budi pekerti," kata Wisnu.
Dirjen Bimas Hindu RI I Nengah Duija menjelaskan, mengapa upacara Tawur Agung ini diselenggarakan di Candi Prambanan. Sebab dari arahan Menteri bahwa Hari Raya Nyepi ini harus punya dampak terhadap penyelamatan bumi.
"Penyelamatan bumi itu bicara soal tawur agung itu memberikan fibrasi ke semua kekuatan negatif yang ada di bumi agar hilang. Besok seluruh pura di Indonesia akan ada Tawur Agung itu," ungkapnya.
Tawur Agung Kesanga merupakan momentum sakral bagi umat Hindu untuk melakukan penyucian diri dan alam semesta, guna menyongsong Tahun Baru Saka dengan hati yang bersih. Dengan tema mengangkat semangat pelayanan dan keharmonisan, diharapkan upacara ini dapat memperkuat persatuan dan keselarasan di tengah masyarakat yang majemuk. Serta menjadi bagian dari perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.
"Prambanan mempunyai konsepsi teologi Siwaistik. Di mana Prambanan ini merupakan pusat Hindu di Jawa Tengah,” ungkapnya.
“Secara fungsional Siwaistik itu yang bisa membersihkan alam semesta. Siwa adalah pembasmi sesuatu yang tidak relevan atau semua kekotoran," sambung Duija. (ayu)
Editor : Sevtia Eka Novarita