SLEMAN - Pemkab Sleman berkomitmen untuk meningkatkan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP). Hal ini menjadi bagian strategi untuk mencegah tindak korupsi.
Plt Inspektur Kabupaten Sleman Taupiq Wahyudi menjelaskan, indeks MCP KPK Bumi Sembada mengalami peningkatan.
Pada 2022 sebesar 94 persen, kemudian 2023 sebesar 24 persen dan 2024 meningkat jadi 97,38 persen.
Dia mengatakan penilaian 100 persen sudah didapatkan untuk beberapa katagori. Mulai dari penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta manajemen ASN.
"Pengawasan APIP dan optimalisasi pajak 97 persen. Untuk pengelolaan BMD 95 persen,” terangnya dalam kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi, Jumat (14/3/2025).
Pencapaian tersebut berhasil menempatkan Kabupaten Sleman pada peringkat 14 secara nasional. Serta peringkat satu se-DIY.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, capaian MCP tidak sekadar bisa meraih indeks tertinggi.
Akan tetapi, harus sejalan dengan keadaan di lapangan. "Layanan untuk masyarakat juga harus berkualitas baik serta penuh tanggung jawab," tegasnya.
Dia menjelaskan, kasus sebelumnya termasuk dugaan korupsi di Dinas Komunikasi dan Informatika merupakan pelajaran bagi seluruh elemen organisasi perangkat daerah.
Seluruh pihak dinilai harus berbenah ke arah yang lebih baik. "Terus berhati-hati dalam mempertanggungjawabkan apa yang dibebankan pada pundak setiap pimpinan," pesannya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita