Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cari Motif Lain, Bupati Sleman Harda Kiswaya Nilai Pengembangan Batik Sinom Parijotho Salak Tak Sukses

Elang Kharisma Dewangga • Rabu, 12 Maret 2025 | 14:10 WIB
Pekerja melintas usai hujan saat sore hari di depan stadion Maguwoharjo, yang menggunakan ornamen batik Sinom Parijotho
Pekerja melintas usai hujan saat sore hari di depan stadion Maguwoharjo, yang menggunakan ornamen batik Sinom Parijotho

 

 

SLEMAN - Motif batik sinom parijotho salak dikembangkan oleh Bupati Sleman periode 2021-2024 Kustini Sri Purnomo. Namun, Bupati Sleman periode 2025-2030 Harda Kiswaya menilai pengembangannya tidak sukses.

"Silakan diperhatikan, apakah batik parijotho itu sukses? Enggak menurut saya," kata Harda saat ditemui Selasa (11/3).

Walau demikian, dia mengaku tidak akan melakukan tindakan drastis layaknya pelucutan di Kabupaten Kulon Progo. Harda akan lebih mengembangkan batik asli Sleman motif yang lain.

"Parijotho itu yang berhasil hanya berapa? Tertentu saja. Pembatiknya bahkan dari Klaten, apa gunanya," katanya.

Dia berencana akan mengundang para pembatik di Bumi Sembada. Selanjutnya, akan diberikan pendampingan dan pemahaman soal pemasaran.

"Sehingga jangan fokus suruh bikin parijotho, itu identik dengan seragam ASN. Saya enggak mau itu," katanya.

Dia mengaku akan memerintahkan semua organisasi perangkat daerah untuk membeli batik yang dibuat oleh pembatik Sleman. Nantinya untuk digunakan pada seragam hari Kamis dan Jumat. Selanjutnya, akan ditambahkan lurik untuk bisa ikut terangkat.

"Enggak usah dinamai. Terserah saja modelnya, yang penting pembatik Sleman," ujar Harda saat ditanyai soal jenis batik yang dimaksud.

Mantan Sekda Sleman ini juga menuturkan, tidak akan membuat batik khas tersendiri selama periode kepimpinannya. Semua dia serahkan pada kreativitas para pembatik.

"Nanti masyarakat tak suruh memilih, enggak usah saya ngomong. Pilihan masyarakat yang akan membentuk nanti apakah parijotho masih ada atau enggak," tegasnya.

Harda menegaskan akan terus melihat perkembangan batik di Sleman. Apabila ada kendala maka dia berkomitmen untuk memberikan bantuan.

"Saya evaluasi agar nanti pesanan mereka juga bisa nambah. Pembatik Sleman saya beri potensi untuk bisa berkembang," ungkapnya.

Sementara itu, Kustini Sri Purnomo mempersilakan bupati baru untuk menentukan kebijakannya. Biar nanti masyarakat Sleman sendiri yang menilai.

"Sebenarnya parijotho sudah berkembang dan berinovasi dan akan menjadi sejarah," katanya melalui pesan WhatsApp.

Dia menilai, jejak digital tidak akan bisa hilang. Apalagi inovasi batik ini telah menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Abyakta yang diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia.

"Saya tetap bangga bisa berkontribusi bagi pembangunan sehingga Sleman bisa berprestasi," tambahnya. (del/eno)

Editor : Heru Pratomo
#parijotho #Bupati Sleman #sinom #Kustini Sri Purnomo #salak #Batik #Harda Kiswaya