Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi di Sleman Keluarkan Sebelas Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Bebeng Sejauh 1.500 Meter

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 26 Februari 2025 | 11:37 WIB
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang.  (BPPTKG)
Erupsi Merapi dengan keluarnya Awan Panas Guguran pada Kamis 19/9/2024 jam 01:41 WIB terekam dari CCTV Badan Geologi di Jurangjero Kabupaten Magelang. (BPPTKG)

SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini. 

Periode pengamatan Selasa 25 Februari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Cuaca di Gunung Merapi mendung, dan cerah. Angin bertiup tenang ke arah timur. 

Suhu udara 18-26.5 °C, kelembaban udara 74.2-99 %, dan tekanan udara 873.9-920.1 mmHg. 

Volume curah hujan 22 mm per hari. 

Gunung Merapi berkabut 0-II, kabut 0-III, dan terlihat jelas. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 m di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan guguran 157 kali, kegempaan hybrid/fase banyak 47 kali, dan kegempaan tektonik jauh satu kali. 

Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020. 

Baca Juga: Sambut Ramadan, Anggota DPRD Sleman Minta Jaga Keamanan dan Stabilitas Harga Pangan

Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Tambang Pasir #Kabupaten Magelang #Kali Sat #Gunung Merapi #awan panas guguran #obyek wisata #kabupaten klaten #Kali Bebeng #penambangan liar #gunung aktif #Kabupaten Sleman #kabupaten boyolali #lava tour #Kali Putih #kali krasak #lava pijar