SLEMAN - Teramati 11 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Selasa 25 Februari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi mendung, dan cerah. Angin bertiup tenang ke arah timur.
Suhu udara 18-26.5 °C, kelembaban udara 74.2-99 %, dan tekanan udara 873.9-920.1 mmHg.
Volume curah hujan 22 mm per hari.
Gunung Merapi berkabut 0-II, kabut 0-III, dan terlihat jelas.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 200 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran 157 kali, kegempaan hybrid/fase banyak 47 kali, dan kegempaan tektonik jauh satu kali.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi SIAGA LEVEL III, ditetapkan sejak 5 November 2020.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Anggota DPRD Sleman Minta Jaga Keamanan dan Stabilitas Harga Pangan
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin