Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Polusi Bau di Sekitar TPST Harus Segera Ada Solusi, Komisi C DPRD SLeman Sebut Perlu Libatkan Ahli dan Teknologi

Yogi Isti Pujiaji • Kamis, 13 Februari 2025 | 04:55 WIB
RESIDU: Suasana pengolahan sampah di TPST Sendangsari, Minggir
RESIDU: Suasana pengolahan sampah di TPST Sendangsari, Minggir

SLEMAN - Keberadaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sendangsari, Minggir, masih menyisakan persoalan bagi sebagian kalangan. Kali ini masalah bau tak sedap yang menyeruak di permukiman warga sekitar TPST.

Penanganan masalah sampah di Kabupaten Sleman belum sepenuhnya tuntas. Persoalan hilirisasi sampah sudah cukup teratasi dengan beroperasinya TPST Sendangsari.

Awal operasional TPST di Kapanewon Minggir semat muncul gejolak warga karena polusi bau di sepanjang jalan menuju lokasi di Sendangsari. Bau tak sedap berasal dari bak sampah truk pengangkut.

Namun belakangan hal itu mulai reda ketika Komisi C DPRD Sleman meminta pemerintah daerah untuk pengadaan terpal penutup bak truk.

Beberapa waktu lalu jajaran pimpinan dan anggota Komisi C DPRD Sleman kembali meninjau TPST Sendangsari. Guna melihat perkembangan pengelolaan sampah di lokasi tersebut. "Persoalan bau masih menjadi masalah utama di sekitar TPST," ungkap Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sleman Indra Bangsawan SE Selasa (11/2/2025).

Menurut Indra, bau tak sedap menyeruak hidung dalam jarak cukup jauh dari lokasi TPST. Meskipun pengelola TPST telah mencoba menggunakan cairan kimia untuk mengusir bau tak sedap sampah. Dengan disemprotkan ke seluruh area TPST. Namun hasilnya belum maksimal. "Ini harus segera ada solusi. Perlu libatkan tim ahli dan teknologi untuk hilangkan polusi bau itu," tegas kader muda Partai Golkar.

Tokoh asal Kapanewon Turi berkomitmen mengawal anggaran kebutuhan TPST sebagai solusi penghilang bau tak sedap. Pemerintah daerah diminta segera menggandeng tim ahli, misalnya dari kalangan akademisi, atau pemerintah daerah lain yang memiliki alat atau teknologi peredam bau sampah. "Soal anggarannya ya mau nggak mau harus siap. Ya harus disiapkan anggarannya," tandasnya.

Indra tak ingin langkah penanganan masalah bau sampah hanya berujung wacana. Terlalu banyak usulan, kata Indra, tak akan pernah bisa menjadi solusi. Tapi ahli dan teknologi, menurut Indra, akan bisa menjadi solusi.

Sejalan dengan Indra, Anggota Komisi C DPRD Sleman Hj. Sumaryatin SSos MA turut mendesak pemerintah daerah segera mencari cara paling efektif untuk meminimalisasi polusi bau TPST Sendangsari. Setidak-tidaknya hingga akhir bulan ini. Menggunakan anggaran yang tersedia dulu.

Kader perempuan Partai Keadilan Sejahtera, yang juga pernah menjabat ketua Panitia Khusus Raperda Pengelolaan Sampah Rumah Tangga itu menyarankan pemerintah bekerja sama dengan seluruh stakeholder terkait. Dalam upaya penanganan polusi bau TPST Sendangsari.

Penanganan masalah pengelolaan sampah di TPST Sendangsari sangat penting sebagai pembelajaran dalam rangka menyongsong operasional TPST Donokerto, Turi. "Semua infrastruktur harus disiapkan dulu agar operasional TPST Donokerto bisa lebih baik dibanding dua TPST lainnya," jelas Atin, sapaan akrabnya.

Selain TPST Sendangsari, Kabupaten Sleman lebih dulu mengoperasikan TPST Tamanmartani di Kapanewon Kalasan.

Alumnus Fisipol Universitas Gadjah Mada itu menegaskan, segala aspek positif dalam pengelolaan TPST Tamanmartani dan Sendangsari perlu dipertahankan dan diberlakukan di TPST Donokerto. Sebaliknya, aspek negatif yang terjadi di dua TPST yang lebih dulu beroperasi harus dihindarkan. "Jangan terulang lagi," tandas Atin.

Di sisi lain, perempuan yang pernah aktif sebagai kader Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pusat dan DIY itu tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam penanggulangan sampah di Kabupaten Sleman. Caranya dengan mengelola sampah rumah tangga secara mandiri. Yakni reuse, reduce, dan recycle.

Setiap keluarga perlu melakukan pemilahan dan pemilihan sampah. Sehingga sampah yang harus dikirim ke TPST sudah berupa residu. Membiasakan menggunakan alat makan sendiri dan mengurangi konsumsi air minum kemasan botol juga bisa menjadi langkah baik dalam upaya penanggulangan masalah sampah. (yog)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Sleman #Minggir #TPST #Persoalan #teknologi #sendangsari #tim ahli #pemerintah #DPRD Sleman #bau sampah #Sampah #residu #TPST Sendangsari #bau #Komisi C #Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST)