Dari jumlah tersebut masih dimungkinkan bertambah.
Kepala Puskesmas Tempel I Diana Kusumawati mengatakan, awalnya korban hanya 26 orang.
Ketika membuka posko kesehatan di depan Klinik Pratama H.M. Sosromiharjo korban terus bertambah.
"Mereka menghadiri satu hajatan yang sama. Mayoritas diare dan demam lalu lemas," katanya.
Dari jumlah 130 tersebut, hanya 38 orang yang tidak ke rumah sakit. Sementara enam orang di antaranya harus menjalani rawat inap.
"Yang tidak dirawat obat yang diminum dulu. Kami sarankan untuk makan makanan yang lunak dan mudah dicerna," katanya.
Diana juga menyebut, telah diambil sampel pada beberapa makanan. Mulai dari siomay, es krim, hingga krecek.
"Sementara yang dari rumah sakit dan masih lemas kami asesmen di posko juga. Kami infus," tambahnya.
Sementara itu, Panewu Tempel Agung Dwi Maryoto menjelaskan, undangan hajatan untuk 200 orang. Namun, estimasi pengunjung ada 500 orang.
"Mayoritas memang dari warga kami," katanya.
Dia mengatakan, telah berkomunikasi dengan pihak yang membuat hajatan. Namun, makanan yang disediakan berasal dari pesanan katering.
Agung berharap, kondisi bisa teratasi. Terlebih, sudah banyak korban yang sudah pulang ke rumah.
"Kalau untuk bantuan kami belum bisa memberikan penjelasan, yang penting ditangani dulu," katanya. (del)
Editor : Bahana.