Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembayaran Digital Akan Diperbanyak, UPTD Perparkiran Sleman Sasar Pasar Tradisional

Delima Purnamasari • Senin, 3 Februari 2025 | 05:30 WIB

 

Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Sleman Wahyu Slamet
Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Sleman Wahyu Slamet
 

SLEMAN - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Perparkiran Sleman akan memberbanyak pembayaran parkir digital. Khusunya menggunakan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Cara ini pun akan menyasar pasar tradisional. 

Kepala UPTD Pengelolaan Perparkiran Sleman Wahyu Slamet menjelaskan, sudah ada tiga ruas lokasi yang menyediakan fasilitas ini. Mulai dari Jalan Affandi dengan 15 juru parkir, Jalan Anggajaya delapan juru parkir, dan di Pasar Potrojayan sebanyak 16 juru pakir. 

 Baca Juga: Dream Team Astra Honda Siap Lanjutkan Dominasi di Asia, Bibit Unggul Dibina ke Eropa

"Masing-masing ada beberapa titik. Barcode-nya itu dikalungkan," katanya. 

Dia menjelaskan, pembayaran QRIS ini hanya menjadi salah satu opsi. Pemilihan lokasi juga disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, Jalan Affandi yang dekat dengan kampus dan ada banyak mahasiswa. "Pembayaran secara tunai tetap bisa dilakukan," ucapnya. 

 Baca Juga: Sunartri, Manfaatkan Limbah Tulang Ikan Jadi Tepung dengan Olahan Produk Makanan, Tambah Keuntungan, Omzet Sekali Produksi Rp 20 Juta

Wahyu menjelaskan, lokasi yang akan jadi sasaran baru pembayaran parkir digital adalah pasar berstandar. Misalnya, Pasar Sleman dan Pasar Godean yang telah direnovasi. 

Harapannya pembayaran jadi lebih praktis. Meski belum langsung masuk ke kas daerah, uang masyarakat bisa langsung diterima oleh pengelola yang jadi koordinator juru parkir. 

 Baca Juga: Sidang Tera Ulang Dimulai Bulan Ini Sasar 25 Pasar Tradisional: Pemkot Jogja Wujudkan Daerah Tertib Ukur

Selanjutnya, para pengelola juga tidak perlu datang ke Dinas Perhubungan untuk menyetor retribusi. Mereka bisa mengirimkannya lewat mobile banking, teller bank, hingga ATM. 

 

"Penyaluran retribusi juga sudah non-tunai sampai sekarang. Pengelola sudah diberi virtual account masing-masing," katanya. 

 

Meski demikian, dia juga mempertimbangkan kendala dan evaluasi dari program yang berjalan. Terutama karena adanya juru parkir yang sudah tua dan tidak memiliki gadget

 

"Juru parkir ada yang mengeluhkan lebih rumit. Harus menunggu pelanggan scan barcode," ucapnya. (del/eno) 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#pasar godean #Jalan Affandi #unit pelaksana teknis daerah #Sleman #Digitas #pembayaran parkir #layanan #UPTD #Pasar Sleman #QRIS #pengelolaan parkir #Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) #pasar tradisional #barcode #juru parkir #retribusi