SLEMAN - Jumlah lansia di Kabupaten Sleman terus mengalami peningkatan. Untuk itu, dinas kesehatan masifkan program skrining.
Berdasarkan data dari BPS, angka harapan hidup di Sleman pada 2022 sebesar 75,17 tahun. Angka ini meningkat pada 2023 menjadi 75,26 tahun.
Ketua Tim Kerja Lansia Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Lina Nur Islamiyyah Yunus menjelaskan, lansia di Bumi Sembada memang terus meningkat. Di sisi lain, banyak orang yang menjadikan Jogjakarta sebagai tempat tinggal setelah pensiun.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan banyaknya persoalan. Lantaran lansia yang mengalami penurunan fungsi tubuh. "Penyakit yang umum terjadi seperti hipertensi dan diabetes melitus," jelasnya.
Oleh sebab itu, skrining masif dilakukan. Apabila dulu hanya dilakukan oleh puskesmas, sekarang dilakukan pula oleh puskesmas pembantu maupun posyandu. "25 puskesmas di Sleman sendiri sudah menerapkan santun lansia. Jadi lansia akan diprioritaskan dan disediakan sarana pendukungnya," jelasnya.
Baca Juga: Tahun Ini Satpol PP Purworejo Akan Eksekusi Dua Lokasi Karaoke dan Ruko Plaza Mangkrak
Di sisi lain, dinas kesehatan juga telah menyiapkan program perawatan jangka panjang atau home care. Di sini petugas berkunjung ke rumah lansia yang tidak bisa mengakses puskesmas.
"Kami juga ada pelatihan untuk care giver. Harapannya kader atau keluarga bisa merawat lansia tanpa petugas harus ke sana setiap hari," tambahnya.
Baca Juga: Warga Mengaku Lihat Macan Tutul di Persawahan Gunungkidul, BKSDA Meragukan Ciri Khas Macan
Hal senada dijelaskan Pengelola Program Lansia Dinas Kesehatan Sleman Indriana Kumalasari. Dia menuturkan, skrining adalah dasar untuk pemerintah menentukan sebuah kebijakan. Harapannya, program yang disediakan bisa sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kalau kondisinya banyak hipertensi dan diabetes melitus berarti buat gerakan olahraga aktivitas fisik," ucapnya.
Dia mengatakan, ada berbagai hal yang dicek dalam proses skrining. Mulai dari tingkat kemandirian, kognitif, mental, kerentanan jatuh, hingga ketajaman penglihatan.
"Lansia yang mandiri kami dorong untuk lebih bugar sementara yang ketergantungan ditangani melalui perawatan," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita