SLEMAN - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Perumahan (DPUPKP) Kabupaten Sleman mencatat masih tersedia 175 unit rumah subsidi. Jumlah tersebut tersebar di enam lokasi.
Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Suwarsono mengatakan, lokasi dengan ketersediaan rumah subsidi paling banyak berada di Graha Kencana Gamplong sejumlah 55 unit. Selanjutnya, Perumahan Godean Mandiri 54 unit. Ada pula di Griya Moyudan Asri 44 unit. Mulia Purnama Residence 18 unit, dan Godean Jogja Hills tahap dua sejumlah tiga unit. Terakhir, Godean Jogja Hills tersisa satu unit.
"Rumah subsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Diutamakan KTP Sleman," jelas Suwarsono.
Dijelaskan, pesifikasi rumah subsidi ini berbeda-beda tergantung unitnya. Namun, kapling standar berukuran 60 meter persegi dengan harga Rp 166 juta. "Perumahan subsidi itu diselenggarakan pengembang. Bukan pemerintah," katanya.
Baca Juga: Libur Natal, Okupansi Hotel di DIJ Mencapai 80 Persen, Penginapan Penuh hingga Kawasan Ring Tiga
Dia tidak menampik bahwa salah satu kekurangan dari rumah subsidi adalah lokasi yang berada di pinggiran. Kondisi ini membuat masyarakat kerap tidak tertarik lantaran jauh dari pusat kota atau lokasi pekerjaan.
"Rumah subsidi untuk mendapatkan harga sesuai standar pemerintah tentu tanahnya harus murah. Jadi, kadang terkendala akses transportasi," ucapnya.
Meski demikian, Suwarsono menilai akses di wilayah Sleman sebenarnya sudah sangat memadai. Termasuk menuju Kapanewon Moyudan atau Godean.
"Dengan rumah subsidi ini tentu harapannya masyarakat yang berpenghasilan rendah juga bisa memiliki tempat tinggal,” katanya.
Sementara itu, salah satu warga Sleman Nadia Marbun menilai, dengan UMR Jogjakarta yang dia dapatkan akan sangat sulit untuk membeli rumah. Dia sendiri masih tinggal bersama orang tuanya. "Mending gaji buat kehidupan sehari-hari daripada nanti ngutang," tuturnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita