SLEMAN - Java Fest Aglonema Festival kembali diadakan untuk yang kedua kalinya. Acara ini digelar selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu (20-22/12/2024) di Joglo Javaglonema, Paten, Tridadi, Sleman.
Ketua Kelompok Tani Java Aglonema Ahmad Hanif Irfani menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari usaha merintis desa wisata aglonema. Nantinya sepanjang jalan desa akan dibuat green house dan dipenuhi dengan aglonema.
"Kami memperbanyak anggota untuk budi daya sehingga bisa jadi sentranya," ucap Ahmad.
Baginya, aglonema memiliki kelebihan tersendiri. Ketika tanaman hias lain ditekankan pada bunga, aglonema sudah bisa diperjualbelikan meski baru tumbuh satu daun.
"Kadang belum ada daunnya saja sudah bisa dijual belikan," ucapnya.
Dia menjelaskan, kelompoknya terdiri dari 92 orang. Di dalamnya para anggota membudidayakan aglonema di pekarangan masing-masing menggunakan modal mandiri. Sementara kelompok, akan membantu dari sisi manajemen.
"Kami juga merencanakan ada satu jenis yang bisa jadi khas. Jadi hasil silangan khusus dari kami," ucapnya.
Ahmad turut menuturkan, agenda Java Fest Aglonema Festival juga merupakan perayaan bagi 13 jenis aglonema yang ditahan untuk dijual selama 2,5 tahun. Misalnya, bidadari, legacy merah, dan red queen.
Penahanan penjualan ini merupakan imbauan kelompok agar para anggota bisa menyediakan stok aglonema. Dia memperkirakan, apabila para anggota memulai dengan stok awal 25 buah, maka 2,5 tahun kemudian akan menjadi 1.000 buah.
Kelompok juga mengatur para anggota hanya bisa menjual 20 persen dari stoknya. Kondisi tersebut akan membuat petani bisa menjual aglonema secara konsisten setiap bulan.
"Ini usaha menjaga stok. Karena kalau langsung dijual semua, usahanya pasti macet. Kami hitung sampai situ," ucapnya.
Dia mengatakan, jenis aglonema yang dipilih sendiri dinilai yang memang memerlukan ketekunan khusus untuk mengembangkannya. Kelompok juga telah memperkirakan keuntungan anggota.
"Kesulitan kami memang menjaga stok. Kalau penjualannya itu mudah," ucapnya.
Dalam Java Fest Aglonema Festival sendiri terdapat berbagai kegiatan. Mulai dari pelatihan budi daya aglonema, diskusi bisnis aglonema, hingga kontes aglonema. Ahmad mengatakan, kontes ini diikuti oleh peserta berbagai wilayah, seperti Bali, Malang, hingga Bogor.
Salah satu peserta kontes asal Magelang Wahyugiyono mengatakan, ikut kompetisi kelas juvenil. Salah satu persiapan yang dilakukan adalah membersihkan setiap lembar daun aglonema dengan tisu.
"Perawatan aglonema untuk lomba memang khusus, harus dijaga kekompakan daun, ukuran, dan kestabilan warna," ucapnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita