SLEMAN - Kalau masa kecilnya terwujud, mungkin kita tidak mengenal Prof Sumaryanto sebagai Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Soalnya, cita-citanya dulu bukan jadi akademisi, melainkan anggota TNI atau Polri.
“Iya, dulu pengin jadi TNI atau Polri."
"Akhirnya jadi dosen, terus rektor."
"Namanya juga jalan hidup,” kata Sumaryanto.
Tapi tunggu dulu, jiwa kompetitif ala aparat ternyata tetap melekat pada dirinya.
Terbukti, Sumaryanto tetap jago di lapangan tapi bukan lapangan tembak, melainkan lapangan olahraga.
Dia dikenal lihai memainkan raket, entah itu tenis, tenis meja, atau bulu tangkis.
Guru Besar UNY Bidang Ilmu Filsafat Pendidikan Jasmani dan Olahraga tersebut ternyata juga punya sisi seni yang tak banyak orang tahu.
Dia kerap menghadiri acara seni di kampus dan menikmati karya-karya mahasiswa.
“Seni itu cara lain untuk melihat hidup."
"Kadang kita terlalu sibuk sampai lupa ada keindahan di sekitar,” ucapnya.
Namun, ada satu sisi lainnya lagi yang bisa diteladani.
Di tengah kesibukan sebagai rektor, Sumaryanto masih menyempatkan diri menjadi relawan.
Kerap turun ke masyarakat membantu kegiatan sosial.
"Ya, sekadar berbagi."
"Hidup ini lebih bermakna kalau bisa bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya.
Sekarang, setelah terpilih kembali sebagai rektor UNY periode 2025-2030, Prof Sumaryanto menyampaikan pesannya terkait dengan komitmen memajukan UNY melalui kerja keras. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin