SLEMAN – Resapan rumput di Maguwoharjo International Stadium (MagIS) masih perlu dilakukan perbaikan. Sebab saat turun hujan, masih ada air yang menggenang. Padahal, batas waktu renovasi Stadion Maguwoharjo ini akan berakhir pada 15 Desember.
Kondisi ini pun terungkap saat Wakil Bupati Kabupaten Sleman Danang Maharsa melakukan tinjauan lapangan, Selasa (10/12). "Rumput enggak masalah, tapi masih banyak genangan. Harapannya ada perbaikan. Kalau kami bayangkan untuk pertandingan sepak bola tidak baik," bebernya.
Mengingat waktu renovasi yang akan segera berakhir, Danang mengaku akan mendiskusikan lagi terkait resapan. Menurutnya, proses perbaikan rumput jelas membutuhkan waktu tersendiri. "Harapannya sudah benar-benar bagus dan tidak ada masalah. Kalau nanti sudah diserahkan pemkab dan ada apa-apa, nanti dua kali kerja," jelasnya.
Danang mengaku khawatir, apabila masalah ini tidak selesai nantinya Stadion Maguwoharjo tidak bisa mendapatkan klasifikasi standar FIFA. Baginya, rumput adalah masalah vital."Ini fasilitas umum untuk masyarakat jadi tanggung jawab kami juga. Kalau tidak lolos standar jadi percuma membangun stadion dengan biaya besar," ucapnya.
Dia berharap, stadion ini bisa segera selesai dengan kualitas yang baik. Sehingga, bisa segera dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat tidak hanya untuk sepak bola."Ini stadion kebanggaan tim Sleman. Salah satu pendapatan pemkab dari stadion juga," katanya.
Sementara itu, Konsultan Manajemen Konstruksi dari PT Amsecon Rifky Surya mengatakan, progres pembangunan Stadion Maguwoharjo telah mencapai 99,42 persen. Pengerjaan yang kurang menyisakan penataan taman di bagian depan dan pengecatan akhir."Kami melihat bisa selesai sesuai tenggat waktu karena semua sudah ada di sini. Tenaganya ada dan materialnya ada," katanya.
Namun terkait perbaikan serapan rumput, dia mengaku masih akan dikoordinasikan. Hal ini perlu dipastikan melalui rapat dengan para pimpinan."Pengerjaan rumput dan penggantian pasir sudah dilaksanakan. Ini memang ada sedikit permasalahan untuk dibenahi. Pihak vendor pasti tanggung jawab," ucapnya. (del/eno)
Editor : Din Miftahudin