Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dari Total 86 Kalurahan di Kabupaten Sleman, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Catat Baru Ada Satu Kalurahan yang Jadi Desa Mandiri Gerakan Membaca

Delima Purnamasari • Kamis, 21 November 2024 | 15:00 WIB

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Christiana Rini Puspitasari
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Christiana Rini Puspitasari
 

SLEMAN - Di Kabupaten Sleman terdapat 86 kalurahan. Namun, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Slelman mencatat baru ada satu wilayah yang menjadi desa mandiri gerakan membaca. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Sleman Christiana Rini Puspitasari menjelaskan, desa mandiri tersebut berada di Kalurahan Widodomartani, Kapanewon Ngemplak. Sementara itu, terdapat 27 kalurahan yang masih ada pada golongan Rintisan Kalurahan Gemar Membaca (RKGM). 

 Baca Juga: BKPP Sleman Catat 447 PNS Capai Batas Usia Pensiun pada 2025, Sebanyak 216 Orang Telah Terima Surat Keputusan

"Dari RKGM kalau semakin baik naik tingkat jadi mandiri," jelas Rini. 

Dia menerangkan, bagi wilayah yang masuk dalam RKGM telah diberikan bantuan berupa 100 eksemplar buku, neon box, serta rak. Fasilitas ini akan ditempatkan pada kantor kalurahan. 

 Baca Juga: Gelar Media Gathering, UNISA Yogyakarta Jalin Kemitraan dengan Media Massa

"Ini untuk membumikan literasi di masyarakat. Harapannya wilayah pemerintahan terkecil seperti kalurahan bisa ikut serta," ucapnya. 

Menurut Rini, wilayah yang terpilih jadi RKGM ini dinilai memiliki embrio literasi ataupun keinginan yang kuat untuk membuat warganya gemar membaca. "Kalau pun tidak memiliki ruang memadai, biasanya setelah dibantu jadi bergerak mengusahakan," ucapnya. 

 Baca Juga: Belanja dan Pendapatan Negara Tumbuh Signifikan, Realisasi APBN DIY Mencapai Rp 19,18 Triliun

Meski demikian, dia menuturkan mewujudkan RKGM apalagi desa mandiri bukanlah hal mudah. Salah satu kendala utamanya adalah anggaran. "Ada kalurahan yang minta buku-buku anak karena memiliki ruang bermain anak," ucapnya. Baca Juga: Mary Jane Masih Ditahan di LPP Wonosari, Beranda Migran Sambut Baik Upaya Indonesia Pertimbangkan Pemindahan ke Filipina

Kebutuhan dan keinginan dari kalurahan memang coba diakomodasi dalam pemberian buku. Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan biasanya juga akan turut memberikan rekomendasinya. Misalnya, buku tentang pemerintahan dan pengelolaan sampah. 

 

 

 

"Kendala yang lain adalah sumber daya manusia yang terbatas. Tim kami harus dibagi-bagi," ucap Rini. 

Kondisi tersebut juga membuat RKGM belum bisa diberikan pendampingan intensif. Baik itu untuk pengelolaan buku hingga pembuatan program literasi. 

 Baca Juga: Mary Jane Masih Ditahan di LPP Wonosari, Beranda Migran Sambut Baik Upaya Indonesia Pertimbangkan Pemindahan ke Filipina

"Harapannya tentu ada transformasi perpustakaan berbasis inklusi. Jadi, perpustakaan tidak sekadar tempat meminjam buku, tapi juga berkegiatan," tandasnya. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#wilayah #gerakan membaca #RKGM #kalurahan #buku #Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan #Rintisan Kalurahan Gemar Membaca #desa mandiri #Kabupaten Sleman #embrio