SLEMAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman menyelenggarakan program Sistem Transportasi Bus Sekolah Layak Anak Sleman (Si Bulan). Bus sekolah ini akan mulai beroperasi pada Senin (4/11/2024).
Kepala Dishub Sleman Arip Pramana menjelaskan, program ini merupakan respons atas banyaknya kecelakaan lalu lintas di rentang usia 15-19 tahun. Fasilitas angkutan bagi anak usia sekolah ini berupaya membiasakan kembali penggunaan transportasi massal.
"Kalau anak belum cukup usia yang naik motor tertarik dengan program ini tentu sudah menghindari potensi bahaya," jelasnya.
Si Bulan sendiri akan melakukan penjemputan pagi dan sore dari Senin-Jumat. Pagi dijadwalkan mulai pukul 05.30-07.00, sementara sore pada 15.30-16.30. Sedangkan khusus penjemputan sore di hari Jumat, dimulai 15.00-16.00.
Baca Juga: Napoli 0-3 Atalanta, Ademola Lookman Tampil Gemilang Jebol Gawang Partenopei Dua Kali
Trayek Si Bulan sendiri terdiri dari dua koridor. Pertama dari Dishub Sleman-Jalan Beran Pangukan-Jalan Wadas Cebongan-Jalan Cebongan Seyegan-Jalan Godean Seyegan-Jalan Demak Ijo Kebon Agung-Pasar Belut Godean.
Sementara koridor dua diawali dari Pasar Belut Godean-Jalan Demak Ijo Kebon Agung-Jalan Godean Seyegan-Jalan Cebongan Seyegan-Jalan Wadas Cebongan-Jalan Beran Pangukan-Dishub Sleman.
Si Bulan juga memiliki berbagai titik jemput. Mulai dari Dishub Sleman, Halte Pangukan, MTS N 4 Sleman, SD N Sumberadi 1, SD N Gabahan, SMP Pamungkas, SMA N 1 Mlati, SD N Cebongan, SMP N 1 Seyegan, SD Gendengan, SMK N 2 Godean, SMP 1 Godean, serta Pasar Belut Godean. "Lokasi dan jalurnya ditetapkan pada jalan yang melewati banyak sekolah. Baik itu SD hingga SMA," kata Arip.
Dalam proses uji coba ini, Arip mengaku pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk bisa memberikan layanan terbaik. Dia menargetkan program ini bisa meluas hingga seluruh Kabupaten Sleman. "Saya kira pemerintah tidak akan tutup mata kalau respons masyarakat nanti bagus," tambahnya.
Dia turut menegaskan, program ini gratis sehingga mereka yang menggunakan bus sekolah tidak perlu membayar biaya apa pun. "Ini penyelenggaranya adalah pemerintah jadi gratis. Pakai pelat merah," tandasnya.
Sementara itu, warga Sleman Maria Dewi Sekaringtyas menuturkan, ada berbagai stigma yang perlu diperhatikan pemerintah terkait pengadaan angkutan umum. Utamanya adalah waktu tunggu yang lama. "Seperti angkutan online itu. Meski mahal, lebih efisien dan langsung sampai tujuannya," kata Maria. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita