SLEMAN - Enam sekolah lansia di Kabupaten Sleman menggelar wisuda Rabu (23/10/2024). Dalam kesempatan ini sebanyak 220 wisudawan dinyatakan lulus. Para lulusan diharapkan jadi bisa lebih berdaya ke depannya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman Wildan Solichin menjelaskan, pembelajaran selama sekolah, DP3AP2KB bekerja sama dengan LSM Indonesia Ramah Lansia. Baik itu untuk materi maupun pengajarnya.
Kabupaten Sleman sendiri memiliki sepuluh sekolah lansia. Terdiri dari delapan sekolah standar satu, lalu satu sekolah standar dua, dan satu sekolah standar tiga.
Sementara enam sekolah lansia yang diwisuda kali ini berasal dari standar 1. Di antaranya BKL Melati, Banyurejo, Tempel sebanyak 38 orang; BKL Cemara, Pondokrejo, Tempel 50 orang; BKL Melati, Condongcatur, Depok 42 orang; BKL Lentera, Tegaltirto, Berbah 40 orang; BKL Apel, Gayamharjo, Prambanan 25 orang; serta BKL Banyumanunggal, Bayuraden, Gamping 25 orang.
Baca Juga: Warga Bantul Diminta Berhati-hati terhadap Pohon Besar Jelang Musim Penghujan
"Kegiatan ini perdana di Sleman yang menggunakan APBD. Sebelumnya, menggunakan APBN yang dikelola oleh perwakilan BKKBN," ujar Wildan.
Dia menjelaskan, program ini akan diteruskan serta diperbanyak lagi. Mengingat banyaknya lansia di Sleman mencapai 168.527 orang atau setara 15 persen dari total penduduk. Sementara rata-rata usia harapan hidup mencapai 75,04 tahun.
Wildan menilai, mereka perlu diberikan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai. "Kami lihat, setelah sekolah ini mereka menjadi lebih percaya diri. Termasuk kala berbicara dengan cucunya," ucap Wildan.
Sementara itu, salah satu wisudawan Wijayanti mengaku senang bisa menyelesaikan seluruh program. Di mengaku, ikut sekolah lansia ini selama delapan bulan dengan delapan kali pertemuan.
"Ada berbagai materi. Dari psikologi lansia, kesehatan, hingga antisipasi tidak pikun," katanya.
Perempuan 62 tahun ini menjelaskan, kegiatan ini menambah motivasi agar lansia tetap semangat menambah ilmu dan terus sehat. "Mudah-mudahan nanti ilmunya bisa ditularkan pada lansia lain yang tidak punya kesempatan untuk ikut sekolah ini," tandasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita