SLEMAN - Pengurus Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sleman dilantik umat (18/10/2024). Mereka akan turut serta mendukung pesta demokrasi pilkada. Utamanya soal edukasi tentang konten hoaks dan ujaran kebencian.
"Fokus kami memang memberikan edukasi terkait literasi digital. Sehingga, masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial," ucap Ketua KIM Sleman Adnan Iman Nurtjahjo.
Dia menyebut, KIM memang tidak berpolitik dan wajib netral dalam kontestasi pilkada. Namun, edukasi semacam ini diharapkan bisa memberikan pencerahan. Terlebih, menyebarkan berita hoaks ataupun memberikan ujaran kebencian termasuk dalam tindak pidana.
"Data hoaks umumnya dikolektifkan oleh Kominfo. Kami akan ikut meneruskan agar masyarakat memahami," katanya.
Organisasi KIM Sleman sendiri merupakan wujud penerapan Peraturan Bupati Sleman Nomor 51 Tahun 2017. Saat ini tercatat ada 42 KIM di Kabupaten Sleman, 25 di antaranya adalah KIM kalurahan. "Nanti untuk program literasi digital kami akan berkolaborasi dengan KIM di 17 kapanewon," kata Adnan.
Dia menegaskan, KIM Sleman periode 2024-2029 yang beranggotakan 23 orang ini, akan menjadi penjembatan untuk masyarakat terkait penyampaian aspirasi. Selain itu, untuk pemerintah dalam mensosialisasikan kebijakan. "Kami adalah relawan sosial. Meski tidak dibayar, kami berkomitmen untuk ikut berkontribusi," lontarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sleman Eka Suryo Prihantoro menjelaskan, informasi memang jadi kebutuhan pokok dalam era digital. "Harapannya KIM ini bisa meredam gejolak di masyarakat dengan memberikan edukasi, termasuk saat pilkada ini. Jadi tidak ada permusuhan," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita