Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadapi Musim Hujan, Penanganan Saluran Irigasi Sleman yang Luber Ditarget Selesai 2x24 Jam setelah Laporan

Delima Purnamasari • Rabu, 25 September 2024 | 02:18 WIB

 

Ketua Tim Kerja Rehabilitasi dan Pengendalian Sumber Daya Air Arif Hariyanto bersama Ketua Tim Kerja Pembangunan dan Peningkatan Sumber Daya Air Bandiyanta Dwi Saputra
Ketua Tim Kerja Rehabilitasi dan Pengendalian Sumber Daya Air Arif Hariyanto bersama Ketua Tim Kerja Pembangunan dan Peningkatan Sumber Daya Air Bandiyanta Dwi Saputra

SLEMAN - Musim hujan menyebabkan volume air irigasi meningkat pesat. Menghadapi kondisi ini, DPUPKP Sleman mengaku akan sigap atas laporan dari masyarakat.

"Kalau ada aduan, target kami dua kali 24 jam bisa tertangani," ucap Ketua Tim Kerja Rehabilitasi dan Pengendalian Sumber Daya Air DPUPKP Sleman Arif Hariyanto.

Dia menjelaskan, jika telah memiliki sembilan kordinator wilayah (korwil) yang masing-masing beranggotakan 13 orang. Mereka akan menjadi garda terdepan di lapangan untuk menangani keluhan masyarakat. "Korwil juga akan siaga membuka atau menutup pintu saluran air. Sehingga, luapan air sungai tidak masuk ke irigasi," ucapnya.

Arif mengatakan, ada berbagai cara yang bisa digunakan masyarakat dalam menyampaikan aduan. Bisa langsung ke narahubung dinas atau pun melalui aplikasi Lapor Sleman.

Menurutnya, persoalan luapan ini sendiri disebabkan karena saluran air yang tersumbat oleh sampah. Karena itu, kini timnya tengah melakukan pembersihan berkala sebelum curah hujan nanti semakin intens.

"Banyak laporan masuk itu biasanya Oktober, November. Ketika curah hujannya sudah rapat," tambahnya.

Arif juga menegaskan, agar masyarakat berkoordinasi dengan dinas apabila ingin membuat tutupan di atas saluran irigasi. Dia menilai, pemasangan yang salah kerap kali juga membuat air tidak bisa mengalir dan menyebabkan luapan.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembangunan dan Peningkatan Sumber Daya Air DPUPKP Sleman Bandiyanta Dwi Saputra menekankan, titik-titik rawan yang kerap meluap sudah dipetakan. Di antaranya, di Jalan Palagan, selatan Pasar Sleman, hingga perempatan Pasar Setan. "Kami ada petugas piket dan personel di tempat-tempat yang rawan tersebut," tegasnya.

Bandiyanta sendiri juga menekankan perbedaan antara drainase dan saluran irigasi yang kerap kali dianggap sama oleh masyarakat. "Irigasi itu dari sungai dibendung untuk menaikkan air. Kalau drainase, air dari atas dibuang ke sungai," bebernya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#laporan masyarakat #meluap #musim hujan #DPUPKP Sleman #irigasi