Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Aktivitas Mengalami Penurunan, Gunung Merapi Keluarkan Dua Kali Guguran Lava Pijar ke Arah Barat Daya, Jarak Luncur 1,5 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Senin, 2 September 2024 | 11:42 WIB
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul  00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)
SIAGA LEVEL III: Aktivitas Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar, Rabu dini hari (16/8/2023) Pukul 00.14 terpantau dari Pos Pemantauan Merapi di Bunker Kaliurang (BPBD Sleman)

Sleman - Teramati  2 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter. 

Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi terkini Gunung Merapi di Sleman. 

Periode pengamatan Minggu 1 September 2024 pukul 00:00-24:00 WIB. 

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. 

Baca Juga: Mengenal Kepala sekolah SMP Angkasa Adisucipto Jogjakarta Yusuf Iqbal Kahfi, Larangan Merokok di Sekolah seperti di Mal

Cuaca di Gunung Merapi berawan, mendung. 

Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat. 

Suhu udara 15.4-24 °Celsius, kelembaban udara 56-99 persen, dan tekanan udara 872.1-918.8 mmHg. 

Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III. 

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah. 

Terjadi kegempaan Guguran, Hybrid/Fase Banyak, dan Tektonik Jauh. 

Tingkat Aktivitas Gunung Merapi berada pada level 3 Siaga sejak 5 November 2020. 

Baca Juga: Parpol Dilarang Tarik Dukungan Pascapendaftaran Pilkada

Rekomendasi dari BPPTKG sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Baca Juga: Kuatkan Toleransi, Gelar Kirab Budaya Kampung Religi 2024

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #lava pijar gunung merapi #Kabupaten Sleman #awan panas guguran gunung merapi