SLEMAN - Teramati 34 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tentang kondisi Gunung Merapi di Sleman.
Periode pengamatan Kamis 22 Agustus 2024 pukul 00:00-24:00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIY, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi berawan dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat dan timur.
Suhu udara 15.7-27 °Celcius, kelembaban udara 57-99 persen, dan tekanan udara 768-918.8 mmHg.
Gunung terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 75-100 meter di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan Awan Panas Guguran, Guguran, Low Frekuensi, Hybrid/Fase Banyak, Vulkanik Dangkal, dan Tektonik Jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini berada pada Level 3 Siaga sejak 5 November 2020.
Rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin