Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Produktivitas Budi Daya Ikan di Kabupaten Sleman Menurun Drastis, Ini Penyebabnya

Delima Purnamasari • Jumat, 23 Agustus 2024 | 04:45 WIB
HEMAT AIR: Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Jaya Sunari memperbaiki saluran air yang mengairi kolam ikan milik kelompok.Delima Purnamasari/Radar Jogja
HEMAT AIR: Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Jaya Sunari memperbaiki saluran air yang mengairi kolam ikan milik kelompok.Delima Purnamasari/Radar Jogja

 

RADAR JOGJA - Musim kemarau memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pembudidaya ikan di Sleman. Keterbatasan pasokan air membuat produksi ikan budi daya mengalami penuruna drastis. Otomatis keuntungan para petani ikan jauh berkurang.


Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Jaya Sunari mengatakan, air adalah kebutuhan utama usaha perikanan. Manakala air kurang, proses pertumbuhan dan pembesaran ikan akan lamban. Kala kondisi air minim, nafsu makan ikan jauh berkurang.

Pakan yang diberikan pagi hari, pada malam pun masih tersisa. Dia juga mengurangi bibit yang ditebar.”Kalau biasanya setengah kwintal, ini jadi 20-30 kilogram saja," tambahnya.


Kekurangan air juga menyebabkan masa panen yang semakin lama. Jika biasanya hanya diperlukan waktu tiga bulan, kini bisa mencapai empat sampai lima bulan. Karena itu dia berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan berupa sumur bor bagi usaha perikanan.

Terlebih, air yang minim dari sungai kini masih harus dibagi dengan pertanian.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Suparmono membenarkan keluhan para pembudidaya ikan ini. Kondisi kemarau menyebabkan banyak pembudidaya memanen ikan lebih awal karena takut kekeringan.


DP3 Sleman mencatat sudah ada 171,1 hektare dari total 1.134 hektar kolam di Sleman yang sudah kering. Jumlah ini setara dengan 15 persen. berkembang lebih cepat. "Parasit endemi seperti Trichodina ditemukan hampir di seluruh wilayah perairan budidaya di Sleman. Juga ditemukan Bakteri Aeromas sp yang menyerang ikan," jelasnya.


Dia memprediksi pada bulan Juli dan Agustus ini penurunan produksi ikan menurun hingga 30 persen. Untuk itu, Suparmono turut memberikan saran upaya yang bisa dilakukan.

Mulai dari pengurangan padat tebar bibit ikan, pemantauan gejala klinis ikan, hingga penggunaan multivitamin dan probiotik. "Pengendalian penyakit dengan obat-obatan herbal maupun kimia perlu disesuaikan dengan aturan yang tersedia," pesannya. (cr1/din)

Editor : Satria Pradika
#saluran air #musim kemarau #Kabupaten Sleman #pembudidaya ikan #nafsu makan