SLEMAN - Teramati 52 kali guguran lava ke arah Barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter.
Teramati 1 kali guguran lava ke arah Selatan (Kali Boyong).
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Rabu 21 Agustus 2024.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Baca Juga: KPU Sleman Tetapkan DPS Capai 854.269 Orang, Masyarakat Diharapkan Aktif Beri Tanggapan
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi mendung, berawan, dan cerah.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 15.3-28° celcius, kelembaban udara 40-99 persen, dan tekanan udara 768.2-951.7 mmHg.
Gunung Merapi berkabut 0-III, kabut 0-I, dan jelas.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah.
Baca Juga: LLDIKTI V Pantau Kualitas Pelayanan Akademik Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta
Terjadi kegempaan Guguran, Hybrid/Fase Banyak, Vulkanik Dangkal, dan Tektonik Jauh.
Status Gunung Merapi saat ini SIAGA Level 3.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: Tim Mahasiswa UNY Ciptakan Jebakan dan Pagar Listrik Cerdas untuk Usir Hama Monyet Ekor Panjang
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin