RADAR JOGJA - Teramati 1 kali awan panas guguran (APG) ke arah barat daya (ke arah Sungai Bebeng) dengan jarak luncur 1.300 meter.
Teramati 54 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter.
Terdengar 1 kali suara guguran terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas suara kecil.
Demikian laporan aktivitas vulkanik Gunung Merapi di Sleman yang dikeluarkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Jumat 16 Agustus 2024 pukul 00:00-24:00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman DIY, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi cerah dan berawan.
Angin bertiup lemah ke arah timur dan barat.
Suhu udara 16-26 °celcius, kelembaban udara 50-90.6 persen, dan tekanan udara 768-918.7 mmHg.
Gunung terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, tebal, dan tinggi 10-30 meter di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan Awan Panas Guguran, Guguran, Hybrid/Fase Banyak, Vulkanik Dangkal, dan Tektonik Jauh.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level 3 Siaga sejak 5 November 2020.
Sedangkan rekomendasi dari BPPTK adalah sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin