RADAR JOGJA - Para bajingan atau sopir gerobak sapi di wilayah Sleman timur yang ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Tahun inidengan melakukan pawai di Dusun Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan, Minggu (11/8).
Bajingan adalah sebutan sopir gerobak sapi di daerah Jawa. Di Sleman bagian timur terdapat paguyuban khusus para penggerobak sapi dengan nama Paguyuban Mekarti Roso Manunggal. Mereka melakukan pawai gerobak sapi dengan tajuk 'Kumpul Badjingan Gerobak Sapi' untuk memperingati hari kemerdekaan ke-79 RI.
Bendahara Paguyuban Mekarti Rodo Manunggal Wardi menyampaikan acara tersebut dihadiri oleh 35 penggrobak sapi. Selain pawai, para anggota paguyuban juga mengadakan acara arisan rutin yang dilakukan sebulan sekali. "Karena momentum peringatan hari kemerdekaan RI di bulan Agustus, acara dilanjut arak-arakan," ujarnya, Minggu (11/8).
Baca Juga: Pecinta Kuliner Wajib Merapat! 5 Rekomendasi Warung Nasi Goreng Sapi Terbaik di Jogja, Lezat Menggoyang Lidah
Para penggrobak juga menghiasi gerobak mereka dengan asesoris semacam bendera merah putih dan pendukung lainnya. Hal itu merupakan wujud ekspresi ala Badjingan dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia."Setiap bulan kami memang melakukan kopdar, tapi karena Agustus kami lengkapi dengan tema merah putih," tuturnya.
Dengan ikut menyemarakkan hari kemerdekaan RI tersebut, ia mewakili paguyuban penggrobak sapi berharap Indonesia bisa semakin maju. Gerobak sapi merupakan salah satu alat transportasi nenek moyang yang identik dengan petani. "Kami berusaha untuk melestarikannya di tengah modernisasi zaman yang perlahan menggerus," tandasnya
Paguyuban tersebut juga sebagai wadah silaturahmi untuk mempererat rasa solidaritas antar penggrobak. Anggota paguyuban berjumlah 42 orang yang berasal dari berbagai kalurahan di Sleman bagian Timur."Kami berdiri dari 6 Maret 2012, beranggotakan Kelurahan Wedomartani, Purwomartani, Tirtomartani dan lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sanggrahan, Purwomartani, Kalasan Marsudiana mengatakan setiap bulan Agustus setiap tahun memang selalu mengadakan pawai. Nuansa gerobak merah putih, dengan kostum wajib yang identik bajingan yakni komprang."Komprang yakni baju hitam, celana hitam dan pakek caping atau blangkon," ujarnya.
Ia menilai perlu melakukan pelestarian khususnya untuk gerobak sapi mengingat dulu merupakan alat transportasi yang multifungsi. Seiring perkembangan zaman, kini gerobak sapi difungsikan sebagai gerobak wisata untuk mengangkut para wisatawan."Kami kenalkan kepada generasi muda, karena ada nilai sejarahnya," tandasnya. (oso/pra)