Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenalkan Gerakan Mahasiswa ke Junior, BEM UNY Dicekik Dosen: Begini Kronologinya..

Gunawan RaJa • Rabu, 7 Agustus 2024 | 17:22 WIB
Suasana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sehari pasca insiden BEM dengan oknum dosen. Hari ini Rabu (7/8/2024) ada kegiatan display UKM.  (gunawan/Radar Jogja)
Suasana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sehari pasca insiden BEM dengan oknum dosen. Hari ini Rabu (7/8/2024) ada kegiatan display UKM. (gunawan/Radar Jogja)

JOGJA - Niat hati ingin mengenalkan gerakan mahasiwa ke juniornya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 

Farras Raihan justru diduga mendapat serangan fisik.

Dia dicekik oleh salah satu dosen, bahkan temannya juga mengalami nasib serupa.

Kepada Radar Jogja, Farras Raihan menyampaikan kronologi awal sebelum insiden terjadi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya BEM UNY rutin menyampaikan pesan terbuka kepada juniornya mengenai gerakan mahasiswa.

"Tahun-tahun sebelumnya selalu ada penyampaian pidato atau orasi dari ketua BEM. Tapi tahun ini dihilangkan oleh kampus," kata Farras pada Rabu (7/8/2024).

Mengingat edukasi tersebut perlu diketahui para mahasiswa baru, bersama belasan anggota BEM menuju GOR UNY lokasi acara pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB).

"Kita datang ketika acara PKKMB sudah selesai dan ditutup. Kami ingin masuk dan menyampaikan orasi kembangsaan," ujarnya.

Tapi aksi tersebut tidak diperbolehkan. Dihadang oleh sejumlah orang yang kemudian diketahui merupakan panitia PKKMB dan sekuriti. 

"Dihadang dengan cara yang keras. Didorong dan ada yang ditindih," jelasnya.

Baca Juga: Jawa Pos Radar Jogja edisi Rabu 7 Agustus 2024

Ingin suasana berjalan kondusif, dia bersama rekan BEM lainnya menarik diri dan mundur menuju halaman.

Pihaknya memastikan aksinya tidak menghalangi jalan mahasiswa baru menuju fakultas masing-masing.

"Kami terus berorasi, kurang lebih isinya memberikan edukasi bagaimana mahasiswa baru harus berperan sebagai penggerak ketika mereka menjadi mahasiswa," jelasnya.

Menurutnya setelah pindah tempat suasana pada saat itu aman, tidak ada provokasi apapun dari peserta aksi.

Malah dipersilakan menyampaikan pendapatnya di ruang terbuka. 

"Tiba-tiba ada oknum dosen dari belakang mencoba mencekik saya," ungkapnya.

Mencoba tetap sabar, peserta aksi menjauh dan terus berorasi di pinggir jalan.

Meski demikian masih saja ada oknum yang justru melontarkan kata-kata provokatif.

"Wah, tidak dikasih panggung jadi nangis-nangis di luar," ucapnya menirukan suara sumbang itu, terus berorasi dan tak menggubrisnya.

Beberapa saat kemudiam peserta aksi membubarkan diri dengan tertib. Dia menyesalkan terjadinya insiden berupa serangan fisik tersebut.

"Jadi ada dua korban dalam insiden itu. Saya dan teman satu lagi berdarah ketika ditindih oknum panitia. Mungkin kena cakar atau apa," bebernya.

Atas kejadian ini pihaknya sedang berkomunikasi dengan lembaga bantuan hukum (LBH). Selain itu juga menguatkan teman peserta aksi.

"Karena tidak menutup kemungkinan, kampus akan melakukan flying fighting. Akan menyalahkan kita, padahal kita tidak ada kekerasan sama sekali," ucapnya.

Sementara itu, oknum dosen Anwar Nur Ramadan yang disebut-sebut mencekik Ketua BEM UNY mengaku siap memberikan klarifikasi.

"Siap dengan senang hati. Setelah selesai kegiatan siap. Meniko (ini) masih ada beberapa rangkaian kegiatan," kata Anwar melalui pesan WA (WhatsApp). (gun)

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Dosen UNY memukul mahasiswa #dipukul #Kekerasan Kampus #Dosen UNY #pemukulan #Anwar Nur Ramadan #UNY #Anwar Nur Ramadhan